enimpost.com,TANJUNG ENIM – Sekitar 70 warga dan undangan antusias mengikuti kegiatan Ratibul Haddat di Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ) Bukit Lawu, Desa Tegal Rejo, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Rabu malam, 9 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB tersebut berlangsung khidmat. Para peserta mengikuti rangkaian zikir dan selawat serta doa bersama yang ditujukan untuk para arwah leluhur, orang tua, serta orang-orang yang telah berjasa dalam pembangunan Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ) Bukit Lawu.
Kegiatan yang dipimpin Kiyai Tulus Abadi tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan. Di antaranya Wakil Ketua BPD Desa Tegal Rejo Agung Aprizal bersama anggota BPD, Kepala Dusun 3 Andriono, para ketua RT, tokoh masyarakat dan tokoh agama, ketua masjid dan mushala, ibu-ibu majelis taklim, Karang Taruna, serta para santriwan dan santriwati.
Turut hadir Dekan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang bersama jajaran dosen, tenaga pendidik, mahasiswa dan mahasiswi. Hadir pula Ketua Paguyuban Laku Jowo Wani Perih (PLJWP) Panjari Suwarno serta Ketua Paguyuban Lempaung Madu Tedi Harsoyo.
Kehadiran civitas akademika UIN Raden Fatah Palembang menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut. Kiyai Tulus Abadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dekan UIN Raden Fatah Palembang, para dosen, mahasiswa, dan mahasiswi yang telah hadir dan ikut mengikuti kegiatan Ratibul Haddat di lingkungan pesantren.
Ia berharap kehadiran jajaran UIN Raden Fatah Palembang tidak berhenti pada kegiatan kali ini, tetapi dapat berlanjut melalui sinergi dan kegiatan bersama di masa mendatang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak-bapak dari UIN, para dosen, mahasiswa dan mahasiswi yang telah hadir. Kami berharap jangan hanya sekali ini saja hadir, tetapi bisa terus berkelanjutan ke depannya,” ujar Tulus.
Menurut Tulus, kegiatan Ratibul Haddat di Ponpes Madrasatul Qur’an telah berlangsung secara rutin selama kurang lebih empat tahun. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari aktivitas keagamaan yang melibatkan masyarakat di sekitar pesantren.
Selain kepada civitas akademika UIN Raden Fatah, Tulus juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur Pemerintah Desa Tegal Rejo yang selama ini turut memberikan kontribusi terhadap berbagai kegiatan di Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an.
Ia berharap sinergi antara pesantren dan Pemerintah Desa Tegal Rejo dapat terus diperkuat, baik dalam pembangunan fisik maupun pembangunan mental dan karakter para santri.
“Kami berharap Pemerintah Desa Tegal Rejo terus bersinergi dalam pembangunan dan berbagai kegiatan di pesantren, baik pembangunan fisik maupun pembangunan mental para santri,” katanya.
Tulus menilai dukungan pemerintah desa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberlangsungan kegiatan pesantren. Tidak hanya dalam aspek pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga dalam menciptakan lingkungan pendidikan keagamaan yang mampu membentuk karakter generasi muda.
Sementara itu, antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Puluhan warga mengikuti rangkaian zikir, selawat dan doa bersama dengan suasana tertib dan khidmat hingga kegiatan berakhir.
Kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah antara pengurus pesantren, pemerintah desa, civitas akademika UIN Raden Fatah Palembang, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh peserta yang hadir.
Kegiatan Ratibul Haddat tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara pesantren, masyarakat, pemerintah desa, dan lingkungan perguruan tinggi dalam memperkuat kegiatan keagamaan serta pendidikan karakter di Desa Tegal Rejo.(Redi)






