enimpost.com,MUARAENIM – Pada 30 Januari 2026, dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional, PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Cluster SSBA menggelar aksi nyata pelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon di lingkungan SMKN 2 Muara Enim. Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara dunia industri dan institusi pendidikan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem lokal.
Hadir dalam acara tersebut, Agung Harikusuma selaku CSR Dept. Head Cluster SSBA Pamapersada Nusantara, didampingi oleh CSR Officer Joko Budi Santoso dan Dhimas Wahyu. Kehadiran tim PAMA disambut hangat oleh Kepala Sekolah SMKN 2 Muara Enim, Ahmad Jon Areli, S.Pd., M.Pd, didampingi Waka Humas Dra. Zul Farasiya, serta puluhan siswa-siswi yang antusias mengikuti jalannya aksi lingkungan ini.
Agung Harikusuma menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni peringatan Bulan K3, melainkan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya menjaga kualitas udara dan resapan air melalui penghijauan.
“Melalui semangat Bulan K3, kami ingin menanamkan budaya peduli lingkungan sejak dini. Pohon yang kita tanam hari ini menjadi manfaat bagi organisme-organisme lain disekitar serta warisan oksigen bagi masa depan adik-adik di SMKN 2 Muara Enim,” ujar Agung Harikusuma CSR Departemen Head Cluster SSBA.
Kepala Sekolah SMKN 2 Muara Enim, Ahmad Jon Areli, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Pamapersada Nusantara atas perhatiannya terhadap kenyamanan dan keasrian lingkungan sekolah.
“Kami sangat berterima kasih kepada pihak PAMA. Sinergi ini membuktikan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada operasional, tapi juga memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi. Kehadiran PAMA dalam mendampingi penanaman memberikan pengalaman berharga bagi siswa-siswi kami dalam praktik pelestarian lingkungan hidup,” ungkap Ahmad Jon Areli.
Suasana penuh kebersamaan terpancar saat pihak PAMA bersama sekolah turun langsung ke lapangan untuk menanam bibit pohon secara berdampingan. Dengan cangkul dan sekop di tangan, Agung Harikusuma bersama Ahmad Jon Areli memulai penanaman perdana, yang kemudian diikuti oleh Joko Budi Santoso, Dhimas Wahyu, dan Dra. Zul Farasiya yang membimbing para siswa dalam proses penanaman. Aksi kolaboratif ini tidak hanya sekadar menanam pohon di tanah sekolah, tetapi juga menjadi simbol kuatnya kemitraan antara dunia industri dan pendidikan dalam menjaga kelestarian bumi demi masa depan yang lebih hijau






