Gerakkan Literasi Al-Qur’an dari Sekolah, Pelatihan Tahsin Cetak Tutor Sebaya di Muara Enim

enimpost.com,MUARA ENIM — Upaya sistematis memperkuat literasi Al-Qur’an di kalangan pelajar terus digalakkan di Kabupaten Muara Enim. Sebanyak 51 siswa SMP, SMA, dan SMK dari Muara Enim dan Ujan Mas mengikuti Pelatihan dan Pendalaman Tahsin bagi Calon Tutor Sebaya yang digelar di Masjid Darussa’adah, Pondok Pesantren Darussa’adah Muara Enim, Selasa (11/2/2026). Kegiatan ini dijadwalkan berlanjut pada 14 Februari 2026 dan dirancang berkesinambungan, termasuk melalui skema pembelajaran daring.

Pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi Dewan Pendidikan Kabupaten Muara Enim, Yayasan Mutiara Enim, RSQ Amanah, PT PAMA Persada, serta Pondok Pesantren Darussa’adah Muara Enim. Program ini menyasar siswa-siswi terpilih yang telah memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan lancar, untuk dipersiapkan menjadi tutor sebaya pembelajaran tahsin di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadzah Laila, juara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Ketua Pelaksana kegiatan, Winarto, menegaskan bahwa pelatihan ini selaras dengan tugas dan fungsi Dewan Pendidikan sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Menurutnya, program tersebut menjadi bagian konkret dukungan terhadap Surat Edaran Bupati Muara Enim tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

“Pelatihan dan pendalaman tajwid–tahsin ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan personal peserta, tetapi berlanjut pada pengabdian. Mereka diproyeksikan menjadi pengajar muda tahsin bagi teman sebaya maupun adik tingkat,” ujar Winarto.

Ia menambahkan, pendekatan tutor sebaya dipilih agar penyebaran kompetensi berlangsung lebih masif dan efisien. Dengan 51 peserta, sedikitnya akan lahir lebih dari 100 pembelajar baru Al-Qur’an. Ke depan, para pengajar muda ini juga disiapkan untuk membantu sekolah dasar yang membuka kegiatan ekstrakurikuler baca Al-Qur’an, mulai dari Iqra hingga tahsin, tentunya dengan persetujuan pihak sekolah.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Muara Enim, H. Sartimin, SIP., MM., menilai pelatihan ini sebagai program strategis dalam menjawab tantangan rendahnya literasi Al-Qur’an. Ia mengutip hasil penelitian Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta yang menyebutkan lebih dari 70 persen umat Islam Indonesia masih belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

“Jika setiap peserta pelatihan mampu membimbing minimal dua orang, maka efek berantainya akan sangat signifikan. Ini gerakan literasi yang dimulai dari sekolah dan berpotensi meluas ke masyarakat,” katanya.

Sartimin juga memberikan motivasi kepada para peserta yang dinilai sebagai siswa pilihan dari sekolah masing-masing. Ia berharap para calon tutor sebaya tidak hanya unggul secara akademik dan religius, tetapi juga menjadi teladan dalam disiplin, akhlak, serta kepedulian sosial.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim yang diwakili Kasi Bidang SMP, Makhmud, S.SH., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor yang memungkinkan kegiatan tersebut terlaksana. Ia menilai, di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, kegiatan pembinaan karakter berbasis keagamaan menjadi semakin relevan.

“Kegiatan ini dapat menjadi salah satu solusi untuk mengantisipasi dampak negatif perkembangan teknologi terhadap perilaku anak-anak. Peran orang tua, guru, dan lingkungan harus berjalan beriringan,” ujarnya.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari Pondok Pesantren Darussa’adah dan RSQ Amanah yang dipimpin Ustadz Musfan, S.Pd.I. Acara pembukaan ditutup dengan penyerahan mushaf Al-Qur’an kepada peserta dan para pengajar, dilanjutkan doa penutup oleh pimpinan Pondok Pesantren Darussa’adah Muara Enim, Ustadz Edwar, SH.I.

Dengan model tutor sebaya dan kolaborasi lintas lembaga, pelatihan ini diharapkan menjadi fondasi gerakan literasi Al-Qur’an yang berkelanjutan di Kabupaten Muara Enim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *