enimpost.com,MUARA ENIM – Tak ada riak berarti mewarnai pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Muara Enim. Forum konsolidasi partai berlambang pohon beringin itu berlangsung kondusif di Ballroom Hotel Melio Muara Enim, Jumat (18/9/2026).
Dinamika Musda justru mulai mengerucut pada satu nama. H. Adriansyah menjadi satu-satunya bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Muara Enim yang tercatat mengembalikan formulir pendaftaran. Kondisi tersebut membuat Adriansyah berpeluang memimpin Golkar Muara Enim untuk periode berikutnya, meski proses verifikasi dan mekanisme Musda masih harus dilalui.
Pembukaan Musda dihadiri Plt Bupati Muara Enim Ir. Hj. Sumarni M.Si., sejumlah kepala OPD, unsur Forkopimda, KPU Muara Enim, Bawaslu Muara Enim, serta peserta Musda dari 22 kecamatan.
Nuansa konsolidasi juga terlihat dari jalannya forum yang berlangsung tanpa gejolak. Agenda utama Musda adalah menentukan kepemimpinan baru DPD Partai Golkar Kabupaten Muara Enim sekaligus merumuskan langkah organisasi ke depan.
Ketua DPD Partai Golkar Muara Enim Hadiono menyampaikan sejumlah capaian selama masa kepemimpinannya. Salah satunya peningkatan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2024.
“Pada Pileg 2024, kursi DPRD Partai Golkar bertambah satu, dari sebelumnya lima menjadi enam kursi,” ujar Hadiono.
Selain perolehan kursi legislatif, Hadiono menyebut kemenangan pasangan Edison-Sumarni pada Pilkada Muara Enim 2024 sebagai bagian dari capaian politik Golkar. Pasangan tersebut merupakan salah satu pasangan yang diusung Partai Golkar dalam kontestasi tersebut.
Hadiono berharap kepemimpinan berikutnya dapat melanjutkan konsolidasi dan memperkuat soliditas partai.
“Kita berharap pemimpin ke depan bisa lebih baik lagi, lebih solid, sehingga Partai Golkar bisa lebih maju di Bumi Serasan Sekundang,” katanya.
Mengenai penjaringan bakal calon ketua, Hadiono menyebut hanya satu kandidat yang mengembalikan formulir, yakni H. Adriansyah.
“Musda XI Partai Golkar Muara Enim kali ini hanya ada satu kandidat yang mengembalikan formulir, yakni H. Adriansyah. Siapapun nanti yang terpilih bisa memajukan Partai Golkar,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPW Partai Golkar Sumatera Selatan Andie Dinialdie dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi. Ia juga menyampaikan dukungannya terhadap H. Adriansyah untuk memimpin DPD Partai Golkar Muara Enim.
“Ke depan, kepengurusan Partai Golkar Kabupaten Muara Enim bisa lebih solid lagi,” ujar Andie.
Dengan hanya satu nama yang mengembalikan formulir, konstelasi pencalonan Ketua DPD Golkar Muara Enim sementara terlihat relatif sederhana. Namun, peluang tersebut tetap bergantung pada hasil verifikasi persyaratan serta mekanisme pengambilan keputusan dalam Musda.
Di tengah suasana yang relatif tenang tersebut, terdapat pula dua anggota Fraksi Golkar DPRD Muara Enim, Harmison dan Kholizol Tamhullis, yang tidak terlihat dalam pembukaan Musda. Dari enam anggota Fraksi Golkar, empat legislator tampak hadir saat dilakukan absensi, yakni Hadiono, Eka Octha Reza, Jonidi dan Yusran Efendi.
Sementara itu, Plt Bupati Muara Enim Hj. Sumarni menilai Musda menjadi momentum penting untuk memperkokoh organisasi Partai Golkar di Kabupaten Muara Enim.
“Selain berhasil membuahkan hasil yang terbaik, acara Musda ini menjadi momentum untuk mengokohkan Partai Golkar Kabupaten Muara Enim,” kata Sumarni.
Sumarni juga menyampaikan bahwa Partai Golkar merupakan salah satu partai pengusung dirinya bersama Edison pada Pilkada Muara Enim 2024.
Musda XI pun menjadi momentum transisi kepemimpinan sekaligus konsolidasi organisasi. Dengan situasi pencalonan yang sementara mengarah pada satu nama, H. Adriansyah kini menjadi figur yang paling berpeluang melanjutkan kepemimpinan Partai Golkar di Bumi Serasan Sekundang. Kepastian tersebut selanjutnya menunggu tahapan dan keputusan resmi Musda.(*)






