TANJUNG ENIM, enimpost.com – Mengutamakan keselamatan jamaah dan masyarakat saat menyeberang jalan, pengurus Masjid Al Mustaqim bersama warga bergotong royong membuat marka penyeberangan atau zebra cross di Jalan Kiemas, RT 3A, Dusun I, Desa Tegal Rejo, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Minggu (18/10/2026).
Pembuatan marka jalan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan pengguna kendaraan sekaligus memberikan rasa aman bagi jamaah dan masyarakat yang hendak menyeberang dari maupun menuju Masjid Al Mustaqim.
Langkah ini dinilai penting mengingat arus lalu lintas di Jalan Kiemas, tepat di depan masjid, cukup padat setiap harinya. Kendaraan roda dua maupun roda empat melintas di kawasan tersebut, termasuk saat masyarakat menjalankan aktivitas ibadah.
Ketua Masjid Al Mustaqim, H. Irianto, mengatakan rencana pembuatan zebra cross sebenarnya telah lama dibahas oleh pengurus masjid. Namun, pelaksanaannya baru dapat direalisasikan melalui kerja sama dan gotong royong bersama jamaah serta masyarakat sekitar.
Menurutnya, rencana tersebut semakin mendesak setelah beberapa waktu lalu seorang jamaah dilaporkan tersenggol kendaraan roda dua saat menyeberang jalan.
“Pembuatan zebra cross ini sudah lama kami rencanakan. Kami melihat kendaraan yang melintas di Jalan Kiemas cukup ramai, sementara jamaah dan masyarakat harus menyeberang untuk menuju masjid,” ujar Irianto.
Ia berharap keberadaan marka penyeberangan tersebut dapat menjadi pengingat bagi pengendara agar lebih berhati-hati, mengurangi kecepatan, serta memberikan kesempatan kepada pejalan kaki yang hendak menyeberang.
Irianto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia turut mengucapkan terima kasih kepada pihak terkait dan Pemerintah Desa Tegal Rejo yang telah memberikan izin untuk pembuatan marka jalan itu.
“Semoga dengan adanya zebra cross ini, jamaah dan masyarakat yang menyeberang di sekitar masjid bisa merasa lebih aman. Kami juga berharap para pengendara semakin peduli terhadap keselamatan pejalan kaki,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dusun I Desa Tegal Rejo, Juardoyo, mengungkapkan bahwa pembuatan zebra cross tersebut merupakan rencana lama yang akhirnya dapat diwujudkan melalui partisipasi masyarakat.
Atas nama Pemerintah Desa Tegal Rejo, ia mengapresiasi inisiatif Ketua dan pengurus Masjid Al Mustaqim beserta masyarakat yang telah bergotong royong demi mendukung keselamatan pengguna jalan.
Juardoyo berharap keberadaan marka penyeberangan tersebut dapat meningkatkan kesadaran pengendara yang melintas di Jalan Kiemas, khususnya di depan Masjid Al Mustaqim.
Ia mengimbau pengendara roda dua maupun roda empat agar selalu waspada, mengurangi kecepatan saat melintasi kawasan masjid, serta memberikan prioritas kepada pejalan kaki yang hendak menyeberang.
“Semoga dengan adanya zebra cross ini, para pengguna jalan semakin berhati-hati dan memberikan kesempatan kepada masyarakat yang akan menyeberang,” pungkasnya.
Keselamatan Jadi Tanggung Jawab Bersama
Pembuatan zebra cross secara swadaya ini menjadi bentuk kepedulian pengurus masjid dan masyarakat terhadap keselamatan di lingkungan sekitar. Namun, keberadaan marka penyeberangan perlu diiringi kedisiplinan pengendara dan perhatian terhadap keselamatan pejalan kaki.
Dengan demikian, Jalan Kiemas di depan Masjid Al Mustaqim diharapkan menjadi kawasan yang lebih aman bagi jamaah maupun masyarakat yang beraktivitas setiap hari.(*)






