ENIMPOST.COM,MUARA ENIM – Rentetan kecelakaan lalu lintas di perlintasan hauling batu bara PT Servo Lintas Raya menjadi alarm serius bagi keselamatan masyarakat. Tak ingin jatuh korban jiwa terus berulang, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Muara Enim mendesak manajemen perusahaan segera membangun flyover (jembatan layang) atau underpass (terowongan) di setiap titik perlintasan yang bersinggungan dengan jalan umum.
Desakan tersebut disampaikan Ketua PDPM Muara Enim, Endang Saputra, menyusul kecelakaan maut yang kembali merenggut nyawa warga Desa Ujan Mas Lama, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim. Menurutnya, keselamatan masyarakat tidak boleh terus dipertaruhkan akibat aktivitas angkutan batu bara yang melintasi jalur bersinggungan dengan akses publik.
“Kami tidak bisa tinggal diam melihat jalur hauling PT Servo Lintas Raya terus memakan korban jiwa masyarakat, baik di wilayah Kabupaten Muara Enim maupun di kabupaten tetangga yang dilintasi. Keamanan dan keselamatan nyawa masyarakat adalah di atas segala-galanya. Cukup kejadian beberapa hari lalu yang menewaskan warga Desa Ujan Mas Lama. Semoga ke depannya tidak ada lagi korban,” tegas Endang dalam keterangan tertulis kepada media, Kamis (5/11/2026).
Endang menilai, perlintasan sebidang antara jalur angkutan batu bara bertonase besar dengan jalan yang digunakan masyarakat menyimpan risiko keselamatan serius. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan konkret, bukan sekadar imbauan atau langkah pengamanan sementara.
Karena itu, pembangunan infrastruktur pemisah jalur berupa flyover maupun underpass dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi potensi konflik antara kendaraan angkutan batu bara dan pengguna jalan umum.
Menurutnya, perusahaan harus menunjukkan tanggung jawab terhadap keselamatan masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur operasional. Infrastruktur keselamatan harus menjadi bagian penting dari tata kelola kegiatan angkutan batu bara.
Tak hanya kepada perusahaan, PDPM Muara Enim juga melayangkan desakan kepada Pemerintah Kabupaten Muara Enim agar mengambil langkah tegas. Pemkab diminta segera mengevaluasi perizinan dan operasional perlintasan hauling PT Servo Lintas Raya, terutama pada titik-titik yang dinilai rawan kecelakaan.
“Kami meminta Pemkab Muara Enim bertindak tegas dan segera mengevaluasi izin serta operasional perlintasan PT Servo Lintas Raya. Jangan sampai ada kesan pembiaran. Jika pihak perusahaan terus mengulur waktu tanpa ada realisasi pembangunan jembatan penyeberangan atau terowongan yang aman, maka Pemkab harus berani menghentikan sementara operasional perlintasan tersebut,” tambahnya.
PDPM Muara Enim menegaskan akan terus mengawal persoalan keselamatan tersebut dan membuka ruang koordinasi dengan berbagai elemen masyarakat maupun pemangku kebijakan.
Endang berharap manajemen PT Servo Lintas Raya segera memberikan respons konkret terhadap tuntutan masyarakat. Begitu pula pemerintah daerah diharapkan tidak menunggu jatuhnya korban berikutnya untuk mengambil keputusan.
“Jangan sampai keselamatan masyarakat baru menjadi perhatian setelah ada korban jiwa. Kami berharap ada tindakan konkret dari manajemen PT Servo Lintas Raya dan langkah nyata dari Pemkab Muara Enim sebelum jatuh korban berikutnya,” pungkasnya.(*)








