enimpost.com,MUARAENIM — Potensi nanas di Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang mampu menopang perekonomian masyarakat. Tidak hanya buahnya, daun nanas juga dinilai dapat diolah menjadi serat untuk kebutuhan industri tekstil dan kerajinan.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Muara Enim, Iwan Kurniawan, mengatakan selama ini pemanfaatan potensi nanas di Kecamatan Kelekar masih didominasi penjualan buah segar. Padahal, komoditas tersebut memiliki peluang pengembangan industri turunan yang cukup besar.
“Selama ini masyarakat lebih banyak menjual buah nanas. Padahal, daun nanas juga memiliki nilai ekonomi karena bisa diolah menjadi serat untuk bahan kain maupun kerajinan,” kata Iwan saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Nanas Kelekar UMKM Binaan PT Bukit Asam Tbk di Aula Kecamatan Kelekar, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan itu diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta petani nanas. Forum tersebut membahas pengembangan potensi lokal berbasis komoditas nanas agar memiliki nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Menurut Iwan, pengembangan industri berbasis serat daun nanas berpotensi menjadi peluang usaha baru seiring meningkatnya kebutuhan bahan ramah lingkungan di pasar global. Karena itu, diperlukan penguatan dari sisi kualitas produk, pengolahan hingga pemasaran agar mampu bersaing lebih luas.
Kadin Muara Enim, kata dia, siap membantu membuka akses pasar dan memperkuat kapasitas UMKM serta kelompok tani agar produk berbasis nanas dari Kecamatan Kelekar dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Kami ingin potensi nanas ini tidak hanya berhenti pada penjualan buah mentah, tetapi juga berkembang menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kadin Muara Enim juga mengapresiasi kontribusi PT Bukit Asam Tbk dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat melalui program pembinaan UMKM dan pemberdayaan masyarakat di daerah.
Sementara itu, perwakilan PT Bukit Asam, Wenny, mengatakan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan Kadin menjadi hal penting dalam pengembangan UMKM berbasis potensi lokal.
Menurut Wenny, salah satu fokus yang akan dikembangkan ialah pemanfaatan serat daun nanas menjadi produk yang memiliki nilai tambah ekonomi.
“Kolaborasi ini penting antara PTBA, pemerintah daerah, dan Kadin dalam pengembangan UMKM. Salah satu yang akan dikembangkan yakni serat nanas menjadi produk yang memiliki nilai tambah ekonomi,” kata Wenny.
Ia menambahkan, PT Bukit Asam berencana memfasilitasi pembentukan Sentra Industri Nanas di Kecamatan Kelekar sebagai pusat pengembangan produk berbasis nanas.
Selain itu, perusahaan juga akan membantu pengembangan produk dan memperluas akses pemasaran melalui program Rumah BUMN.
“Kami berharap potensi nanas di Kecamatan Kelekar dapat berkembang lebih besar dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.







