ENIMPOST.COM,MUARAENIM — PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Cluster Sumatera Selatan Bukit Asam (SSBA) mendorong penguatan kelembagaan dan kemandirian ekonomi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan melalui kegiatan Ramah Tamah Anggota Koperasi Rasan Kite Mandiri (RAKIMA). Kegiatan yang berlangsung di WD Cafe ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antaranggota, menyamakan persepsi, serta membahas arah pengembangan koperasi agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, PAMA berperan dalam pembinaan dan pengawasan koperasi melalui arahan strategis mengenai penguatan model bisnis, pengelolaan keuangan, mekanisme transaksi, serta peluang pemasaran produk anggota. Berdasarkan data per 21 Oktober 2026, Koperasi RAKIMA memiliki 21 anggota dengan total simpanan sebesar Rp11,6 juta. Sebanyak 13 anggota telah menitipkan produknya untuk dipasarkan melalui koperasi, dengan rata-rata omzet sekitar Rp8 juta per bulan selama periode Mei–September 2026.
CSR Department Head PAMA Cluster SSBA sekaligus Pembina Koperasi RAKIMA, Agung Harikusuma, menyampaikan apresiasi atas soliditas dan semangat kolaborasi yang ditunjukkan para anggota. Ia berharap RAKIMA dapat terus berkembang menjadi koperasi yang solid dan profesional, sekaligus memperkuat kesejahteraan pelaku UMKM binaan di Kabupaten Muara Enim.
“Koperasi Rasan Kite Mandiri bukan sekadar wadah berkumpul, tetapi media bagi kita semua untuk saling menguatkan. Kami berharap Koperasi Rakima terus berkembang solid dan profesional, sehingga mampu menjadi motor penggerak utama kemandirian ekonomi serta kesejahteraan para pelaku UMKM binaan PAMA di Muara Enim,” ujar Agung Harikusuma.
Manfaat keberadaan koperasi juga dirasakan oleh para anggotanya. Siti Hawa, pelaku usaha Batik Rimbae, mengapresiasi dukungan dan kebersamaan yang terbangun melalui RAKIMA. Menurutnya, koperasi menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk berkembang bersama, bertukar pengalaman, dan memperluas peluang usaha melalui kolaborasi.
“Bagi kami di Batik Rimbae, Koperasi Rakima memberikan ruang bertumbuh dan rasa kebersamaan yang sangat nyata. Lewat wadah ini, kami sesama UMKM tidak hanya mendapat dukungan usaha, tetapi juga saling bertukar pikiran dan menguatkan satu sama lain,” tutur Siti Hawa.
Hal serupa disampaikan Sri, anggota RAKIMA yang mengembangkan usaha Sriris Ecoprint. Ia merasakan manfaat keanggotaan koperasi dalam pengelolaan keuangan usaha, khususnya dalam mengatur alokasi dana untuk kebutuhan operasional dan pengembangan bisnis.
“Sejak bergabung menjadi anggota Koperasi Rakima, manajemen keuangan usaha saya jauh lebih teratur. Alokasi dana untuk pengembangan usaha jadi lebih terkelola dengan jelas, sehingga saya bisa lebih fokus mengembangkan bisnis tanpa khawatir masalah permodalan,” ungkap Sri.
Ke depan, RAKIMA diarahkan untuk memperkuat fondasi bisnis dan meningkatkan kemandirian operasional secara bertahap. Upaya tersebut mencakup pengembangan skema transaksi yang sesuai dengan karakteristik produk, perluasan akses pasar, serta peningkatan profesionalisme pengelolaan usaha. Salah satu peluang yang dibahas adalah pemasaran produk anggota melalui Koperasi Pamandiri BTSJ-MTBU sebagai alternatif untuk memperluas jangkauan pasar.
Melalui pembinaan dan penguatan kelembagaan ekonomi, PAMA mendorong RAKIMA untuk berkembang menjadi wadah kolaborasi yang mampu mendukung pertumbuhan usaha anggota secara berkelanjutan. Dengan partisipasi aktif anggota, pengelolaan bisnis yang sehat, serta perluasan akses pasar, koperasi diharapkan dapat memperkuat kemandirian UMKM binaan dan memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat di Kabupaten Muara Enim.(*)






