enimpost.com,MUARA ENIM — PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Cluster Sumatera Selatan Bukit Asam (SSBA) kembali menegaskan komitmennya membangun hubungan sosial yang berkelanjutan dengan masyarakat lingkar tambang. Melalui kolaborasi bersama Karang Taruna Desa Lingga, perusahaan kontraktor pertambangan terbesar di Indonesia ini menyalurkan santunan kepada 69 anak yatim piatu di Desa Lingga, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Rabu (24/12/2025).

Penyaluran bantuan yang dipusatkan di Balai Desa Lingga tersebut berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Program sosial ini dihadiri CSR Department Head PAMA Agung Harikusuma, CSR Officer Joko Budi Santoso dan Dimas, Sekretaris Desa Lingga, Ketua BPD, para Ketua RW dan RT, perangkat desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta jajaran pengurus Karang Taruna Desa Lingga.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program kepedulian rutin PAMA SSBA bersama Karang Taruna yang selama ini fokus menyentuh langsung kelompok rentan di sekitar area operasional perusahaan, khususnya anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan.

CSR Officer PAMA SSBA, Joko Budi Santoso, menyampaikan bahwa santunan ini tidak sekadar bantuan materi, tetapi menjadi simbol komitmen perusahaan untuk terus hadir di tengah masyarakat.
“Semoga santunan ini dapat sedikit membantu kebutuhan adik-adik kita sehari-hari, terutama untuk keperluan sekolah. Jangan dilihat dari jumlahnya, tetapi dari ketulusan kepedulian kami PT PAMA untuk terus berbagi,” ujar Joko Budi dalam sambutannya.
Ia menambahkan, keberadaan PAMA di wilayah Lingga tidak hanya berorientasi pada kegiatan operasional pertambangan, namun juga pada penguatan aspek sosial dan kesejahteraan masyarakat lingkar tambang.

Senada dengan itu, Ketua Karang Taruna Desa Lingga, Amirul Mukminin, mengapresiasi konsistensi PAMA SSBA yang selama ini aktif mendukung kegiatan sosial di desanya.
“Terima kasih kepada PT PAMA yang selalu hadir dan peduli. Kami doakan PAMA semakin sukses dalam produksi sehingga bisa terus memberi manfaat lebih besar, peduli pada lingkungan dan masyarakat, khususnya di Desa Lingga,” tegas Amirul.
Program santunan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara dunia industri dan organisasi kepemudaan desa mampu menghadirkan dampak sosial yang nyata. Di tengah dinamika industri pertambangan, PAMA SSBA berupaya memastikan keberadaan perusahaan turut menumbuhkan harapan baru bagi generasi muda, khususnya mereka yang kehilangan orang tua sejak dini.
Melalui pendekatan berbasis kolaborasi dan pemberdayaan komunitas lokal, PAMA SSBA terus menguatkan perannya sebagai mitra pembangunan daerah, bukan hanya sebagai pelaku industri, tetapi juga sebagai bagian dari denyut kehidupan masyarakat Muara Enim.







