enimpost.com,NASIONAL – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) Area Lumut Balai memperbaiki jalan di Desa Babatan, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, melalui kegiatan gotong royong yang berlangsung pada 1–4 April 2026. Perbaikan ini ditujukan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan akses masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.
Kegiatan dilakukan bertahap selama empat hari, mencakup persiapan, distribusi material, hingga pengerjaan perbaikan pada ruas jalan yang mengalami kerusakan. Perusahaan menyediakan material dan melakukan pengaspalan ulang pada titik-titik jalan berlubang dengan melibatkan partisipasi warga setempat.
General Manager PGE Area Lumut Balai, Catur Hendro Utomo, turun langsung ke lapangan bersama jajaran manajemen untuk meninjau sekaligus mengikuti proses perbaikan. Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar.
“Melalui gotong royong ini kami berharap dapat membantu meningkatkan kualitas infrastruktur desa sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat,” kata Catur dalam keterangan tertulis.
Warga Desa Babatan menyambut positif kegiatan tersebut. Nasrun, salah satu perwakilan masyarakat, mengatakan perbaikan jalan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas warga.
“Kami merasa terbantu dan lebih diperhatikan dengan adanya kegiatan ini,” ujarnya.
Perbaikan jalan diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat serta mengurangi risiko kecelakaan akibat kondisi jalan rusak. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga hubungan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk merupakan bagian dari subholding Power & New Renewable Energy PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang energi panas bumi. Perusahaan mengelola 15 wilayah kerja panas bumi dengan kapasitas terpasang 1.932 megawatt (MW), terdiri atas 727 MW yang dioperasikan langsung dan 1.205 MW melalui skema kerja sama.
Kontribusi tersebut setara dengan sekitar 70 persen dari total kapasitas panas bumi nasional. Operasional perusahaan juga disebut berpotensi menekan emisi karbon hingga sekitar 10 juta ton CO2 per tahun, sejalan dengan target dekarbonisasi dan pencapaian net zero emission Indonesia pada 2060.






