enimpost.com,MUARAENIM — Puskesmas Tanjung Enim mulai memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan bagi calon jemaah haji sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan ibadah haji.
Pemeriksaan dilakukan lebih awal untuk mengetahui kondisi kesehatan calon jemaah sekaligus mendeteksi faktor risiko penyakit yang dapat memengaruhi kemampuan mereka dalam menjalankan rangkaian ibadah haji.
Puskesmas Tanjung Enim merupakan salah satu dari 10 puskesmas di Kabupaten Muara Enim yang memenuhi standar fasilitas pelayanan kesehatan dasar untuk pemeriksaan kesehatan jemaah haji. Penunjukan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim dari total 24 puskesmas yang tersedia di wilayah tersebut.
Kepala UPTD Puskesmas Tanjung Enim, Dr. Zalma, M.M.RS., M.H.Kes., mengatakan pemeriksaan kesehatan merupakan bagian penting untuk memastikan calon jemaah memenuhi aspek istithaah kesehatan atau kemampuan secara fisik dan mental untuk melaksanakan ibadah haji.
“Pemeriksaan ini adalah langkah deteksi dini untuk mengetahui kondisi kesehatan jemaah sejak jauh-jauh hari. Dengan begitu, jika ada risiko penyakit atau masalah kesehatan, penanganan dan pembinaan bisa dilakukan secara berkala,” ujar Zalma saat ditemui di lokasi pelayanan, Kamis (3/9/2026).
Menurut dia, pemeriksaan dilakukan secara terpadu oleh tim medis yang telah ditetapkan melalui keputusan Bupati Muara Enim.
Tahapan pemeriksaan dimulai dengan pengukuran antropometri yang meliputi berat badan, tinggi badan dan lingkar perut. Calon jemaah kemudian menjalani pemeriksaan fisik, antara lain pengukuran tekanan darah, detak jantung serta pemeriksaan umum oleh dokter.
Selain pemeriksaan fisik, calon jemaah juga mendapatkan pemeriksaan penunjang berupa tes darah dan urine serta pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) untuk mengetahui kondisi jantung.
Pemeriksaan juga mencakup skrining kesehatan jiwa dan kognitif. Tahapan ini menjadi penting terutama bagi calon jemaah lanjut usia untuk mengetahui tingkat kemandirian serta kondisi fungsi kognitif mereka.
Sementara bagi calon jemaah yang merokok, dilakukan pemeriksaan kadar karbon monoksida (CO) sebagai bagian dari skrining kondisi kesehatan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim melalui Puskesmas Tanjung Enim mengimbau calon jemaah tidak memandang pemeriksaan tersebut hanya sebagai persyaratan administratif.
Hasil pemeriksaan menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk menentukan pembinaan dan tindak lanjut sesuai kondisi masing-masing calon jemaah.
Calon jemaah yang memiliki faktor risiko penyakit, seperti hipertensi dan diabetes melitus, akan mendapatkan pendampingan serta pemantauan kesehatan secara berkala oleh petugas kesehatan di wilayah masing-masing.
Langkah tersebut dilakukan agar kondisi kesehatan calon jemaah dapat terus dipantau hingga menjelang keberangkatan.
Dengan pemeriksaan sejak tahap awal, calon jemaah diharapkan dapat mempersiapkan kondisi fisik dan mental secara lebih baik. Persiapan kesehatan menjadi salah satu bagian penting agar jemaah mampu mengikuti seluruh rangkaian manasik dan ibadah haji dengan aman, lancar dan sehat hingga kembali ke Tanah Air.(*)









