enimpost.com,TANJUNG ENIM – Pendidikan karakter tak cukup hanya diajarkan lewat teori di ruang kelas. SDN 1 Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, memilih memperkuatnya melalui gerakan belajar membaca Al-Qur’an dengan mempersiapkan 66 peserta didik menjadi tutor sebaya. Program ini diharapkan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus membangun karakter religius di lingkungan sekolah.
Upaya tersebut mendapat dukungan Yayasan Mutiara Enim dan Badan Koordinasi Pendidikan Al-Qur’an dan Keluarga Sakinah Indonesia (BKPAKSI) Kabupaten Muara Enim melalui penyerahan sedekah mushaf Al-Qur’an kepada peserta didik yang dipersiapkan menjadi tutor sebaya serta guru pembimbing.
Ketua Yayasan Mutiara Enim sekaligus Ketua BKPAKSI Muara Enim, Drs. H. Winarto, M.M., menyatakan dukungannya terhadap program penguatan pendidikan karakter melalui pembelajaran Al-Qur’an sejak usia dini. Bantuan mushaf tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi siswa dan guru dalam menjalankan gerakan belajar membaca Al-Qur’an.
Ia berharap program tersebut tidak berhenti di SDN 1 Lawang Kidul, tetapi dapat menginspirasi sekolah dasar lainnya untuk mengembangkan kegiatan serupa. Dengan demikian, pembelajaran Al-Qur’an dapat menjadi bagian dari upaya membangun karakter peserta didik sejak dini.
Kepala SDN 1 Lawang Kidul, Sarnubi, S.Pd., terus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang kondusif, berprestasi, serta mampu membentuk peserta didik yang bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri.
Saat ini, SDN 1 Lawang Kidul memiliki 715 siswa, 41 guru, lima di antaranya guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta 28 rombongan belajar. Penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan keagamaan menjadi salah satu bagian dari upaya sekolah dalam mendampingi perkembangan peserta didik.
Berbagai kegiatan rutin telah dijalankan, mulai dari membaca Surah Yasin setiap Jumat, baca tulis Al-Qur’an (BTQ), marawis dan selawat, hingga hafalan surah pendek sebelum pembelajaran dimulai. Sekolah juga mengadakan peringatan hari besar Islam, seperti Maulid Nabi dan Isra Mikraj, serta kegiatan Pesantren Ramadan.
Program keagamaan tersebut dikoordinasikan oleh Ustad Sakirin, S.Pd.I., dan Ustazah Nuraini, S.Pd.I. Melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, sekolah berupaya menjadikan nilai-nilai agama sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari peserta didik.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Lawang Kidul, Agus Rijantho, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas program tersebut. Pesan apresiasi itu disampaikan saat dirinya masih mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI).
Di luar kegiatan keagamaan, SDN 1 Lawang Kidul juga mencatat sejumlah prestasi. Sekolah ini meraih predikat Adiwiyata Mandiri pada 2025, terakreditasi A, meraih juara pertama lomba karnaval budaya tingkat Kabupaten Muara Enim pada 2025, serta memperoleh predikat Green School dalam kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Persiapan 66 tutor sebaya baca Al-Qur’an menjadi langkah untuk menggabungkan pembelajaran, keteladanan, dan pembiasaan positif di lingkungan sekolah. Ke depan, keberlanjutan program, pendampingan guru, dan kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an akan menjadi bagian penting untuk memastikan gerakan ini memberikan manfaat nyata bagi penguatan karakter generasi muda.(*)












