enimpost.com,MUARAENIM — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar daerah. Buli Anah, siswa kelas XIII Geologi Pertambangan SMK Bukit Asam (SMKBA), berhasil meraih Juara II tingkat nasional dalam ajang kompetisi Baramulti Group yang digelar di Jakarta pada 6–8 April 2026.
Kejuaraan tersebut diikuti perwakilan terbaik dari berbagai site Baramulti yang tersebar di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Para peserta merupakan juara pertama dari masing-masing site yang sebelumnya telah melalui proses seleksi ketat di tingkat daerah.
Buli Anah melaju ke tingkat nasional setelah sukses meraih Juara I pada seleksi tingkat Site Baramulti Muara Enim. Keberhasilannya di tingkat site menjadi tiket untuk bersaing dengan peserta lain dari berbagai wilayah operasional perusahaan tambang nasional tersebut.
Dalam kompetisi nasional, Buli mengangkat karya cerita pendek (cerpen) berjudul “Damasura: Warisan yang Tak Diinginkan”. Karya tersebut mengusung tema budaya lokal yang dikemas dengan pendekatan universal sehingga mampu beresonansi secara global. Cerita yang dibawakan dinilai memiliki kekuatan narasi, kedalaman pesan, serta relevansi dengan isu sosial budaya yang lebih luas.
Pendamping siswa, Hudriyah, menjelaskan bahwa proses seleksi dimulai dari masing-masing site Baramulti Group yang tersebar di dua pulau besar.
“Kami mengikuti seleksi dari masing-masing site Baramulti Group yang ada di Sumatera dan Kalimantan. Untuk wilayah Sumatera ada tiga site, sementara di Kalimantan ada lima site yang tersebar di Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara,” ujarnya.
Menurut Hudriyah, setiap site hanya mengirimkan satu perwakilan terbaik ke tingkat nasional. Para juara pertama kemudian diberangkatkan ke Jakarta dengan pembiayaan penuh dari pihak perusahaan.
“Di Jakarta, peserta kembali dilombakan selama beberapa hari. Dari seluruh peserta, dipilih juara pertama dan kedua tingkat nasional. Selain lomba, peserta juga mendapatkan kesempatan mengunjungi berbagai tempat sebagai bagian dari pengalaman edukatif,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa kualitas penilaian dalam lomba tersebut sangat tinggi. Para juri yang terlibat merupakan sosok berpengalaman di bidang literasi dan kreatif, dengan sejumlah karya yang telah dibukukan bahkan diadaptasi ke dalam film.
“Juri-juri yang menilai benar-benar profesional dan memiliki rekam jejak yang kuat di dunia literasi. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi peserta, termasuk Buli,” jelas Hudriyah.
Keberhasilan Buli Anah meraih posisi kedua nasional dinilai sebagai pencapaian luar biasa, mengingat ketatnya persaingan antar peserta dari berbagai daerah. Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga menjadi bukti bahwa siswa daerah mampu bersaing di tingkat nasional.
Pihak sekolah berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Selain itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk dunia industri, dinilai sangat penting dalam mendorong lahirnya generasi muda yang kompeten dan berdaya saing tinggi.
Dengan raihan ini, SMK Bukit Asam kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan vokasi yang tidak hanya unggul dalam bidang kejuruan, tetapi juga dalam pengembangan kreativitas dan literasi siswa di kancah nasional.












