enimpost.com,MUARAENIM – Ketua Komite SMAN 2 Muara Enim, H. Salikin Azis, memberikan klarifikasi resmi terkait polemik pemberitaan kegiatan syukuran kelulusan siswa kelas XII yang digelar di Ballroom Evi Madaria pada Kamis (16/4/2026). Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan agenda resmi sekolah, melainkan murni inisiatif siswa dan wali murid.
Menurut Salikin, informasi yang menyebutkan acara tersebut diselenggarakan pihak sekolah tidak sesuai fakta. Ia memastikan seluruh rangkaian kegiatan dirancang dan dilaksanakan oleh panitia dari unsur wali murid dan siswa sebagai bentuk rasa syukur atas kelulusan sekaligus ajang silaturahmi.
“Ini adalah hajatan kami, para wali murid dan siswa. Pihak sekolah tidak menjadi penyelenggara. Kehadiran guru hanya atas permintaan kami untuk membantu kelancaran teknis di lapangan,” ujar Salikin saat memberikan keterangan, Minggu (19/4/2026).
Salikin yang didampingi Ketua Panitia, Pelda Supriyadi, menjelaskan keterlibatan sejumlah guru sebatas membantu penyambutan tamu undangan penting. Di antaranya Bupati Muara Enim H. Edison SH, M.Hum, anggota DPRD, serta sejumlah pejabat daerah lainnya yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Ia menegaskan, permintaan pendampingan kepada guru dilakukan secara resmi oleh panitia demi memastikan tamu-tamu terhormat mendapatkan pelayanan yang layak. Sementara itu, kepala sekolah dan sebagian besar guru lainnya hadir sebagai undangan, bukan sebagai pihak penyelenggara.
“Kami meminta beberapa guru membantu pengaturan teknis penyambutan tamu. Selebihnya, kepala sekolah dan guru hadir melalui undangan resmi yang kami siapkan,” tegasnya.
Senada, Pelda Supriyadi selaku Ketua Panitia sekaligus wali murid menilai publikasi media terhadap kegiatan tersebut perlu tetap mengedepankan prinsip keberimbangan. Ia mengapresiasi perhatian media, namun berharap ke depan pemberitaan dapat lebih proporsional dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Kami berterima kasih atas publikasi yang telah dilakukan. Namun kami berharap pemberitaan tetap profesional dan berimbang, sehingga tidak menyudutkan pihak sekolah yang sejatinya hanya membantu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Supriyadi mengungkapkan bahwa seluruh persiapan kegiatan telah melalui serangkaian pertemuan intensif antar wali murid. Dalam forum tersebut disepakati bahwa pembiayaan kegiatan bersifat sukarela dan mengedepankan asas keadilan sosial.
Wali murid yang kurang mampu, lanjut dia, dibebaskan sepenuhnya dari kewajiban kontribusi. Sementara biaya kegiatan ditanggung secara gotong royong oleh wali murid yang memiliki kemampuan lebih.
“Kami sangat menjaga agar tidak ada beban bagi wali murid yang kurang mampu. Ini murni bentuk kebersamaan dan solidaritas,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan syukuran tersebut juga memiliki nilai emosional bagi siswa, mengingat tidak semua lulusan memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Karena itu, momen kebersamaan tersebut menjadi penting sebagai penutup perjalanan pendidikan di tingkat SMA.
Mewakili seluruh wali murid, Supriyadi juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran guru SMAN 2 Muara Enim atas dedikasi mereka selama mendidik siswa.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan ilmu yang telah diberikan kepada anak-anak kami selama tiga tahun. Semoga menjadi amal kebaikan bagi seluruh guru,” pungkasnya.
Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan informasi yang beredar sekaligus menegaskan posisi sekolah yang tidak terlibat sebagai penyelenggara dalam kegiatan tersebut.







