ENIMPOST.COM,TANJUNG ENIM — Penguatan kompetensi dan kesiapsiagaan tim tanggap darurat menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan operasional pertambangan. PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, terus mendorong peningkatan kemampuan Emergency Response Team (ERT) agar siap menghadapi berbagai skenario kedaruratan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui partisipasi Tim ERT PTBA dalam Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026. Tim berhasil meraih tiga prestasi, meningkat dari dua prestasi pada penyelenggaraan 2025. Capaian ini menjadi modal untuk memperkuat evaluasi dan pengembangan kemampuan personel secara berkelanjutan.
Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, menegaskan bahwa kesiapsiagaan dan kompetensi personel merupakan aspek penting dalam menjaga keselamatan operasional perusahaan.
“Bagi PTBA, keselamatan merupakan prioritas yang harus didukung oleh kesiapan personel, keterampilan, dan koordinasi yang baik. Melalui partisipasi dalam IMERC, kami berharap Tim ERT dapat terus mengembangkan kompetensi, belajar dari pengalaman tim lain, serta menerapkan berbagai pembelajaran untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat,” ujar Bambang.
Pengalaman mengikuti IMERC 2026 pada 6–9 Agustus lalu di Garuda Rescue Nusantara (GRN), Balikpapan, Kalimantan Timur, memberikan kesempatan bagi Tim ERT PTBA untuk menguji keterampilan teknis, ketahanan fisik dan mental, pengambilan keputusan, serta efektivitas komunikasi dan koordinasi dalam kondisi penuh tekanan.
Dalam ajang bertema “Face Up” tersebut, 24 tim ERT dari Indonesia dan Australia mengikuti berbagai tantangan yang dirancang menyerupai kondisi darurat di area pertambangan dan fasilitas pendukung. Pengujian meliputi penyelamatan kecelakaan kendaraan, penyelamatan bawah air dan vertikal, penanganan di ruang terbatas, pemadaman kebakaran, hingga keterampilan individu.
Selain menguji kemampuan, kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan mempelajari metode penanganan darurat dari tim perusahaan lain, termasuk peserta internasional. Pembelajaran tersebut dapat menjadi masukan untuk menyempurnakan latihan, simulasi, dan prosedur tanggap darurat di lingkungan PTBA.
PTBA memandang kesiapsiagaan tidak berhenti pada penguasaan keterampilan saat latihan atau kompetisi. Kemampuan personel perlu terus diasah melalui evaluasi dan latihan berkala agar dapat diterapkan sesuai kebutuhan di lapangan. Karena itu, pengalaman dari IMERC menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk memperkuat profesionalisme dan kesiapan ERT dalam menghadapi situasi nyata.
IMERC merupakan wadah kolaborasi dan pengembangan kompetensi tanggap darurat di sektor pertambangan yang mencakup tiga pilar, yaitu Challenge, Training, dan Charity. Selain kompetisi, kegiatan ini menghadirkan Incident Management Training dengan instruktur dari Australia untuk memperdalam pemahaman mengenai manajemen insiden dan pengambilan keputusan. Pilar Charity juga diwujudkan melalui penyerahan bantuan kepada Panti Asuhan Al-Firdaus Kalimantan Selatan.
Melalui pengembangan kompetensi yang berkelanjutan, PTBA berkomitmen membangun tim tanggap darurat yang kompeten, tangguh, profesional, dan adaptif. Upaya ini diharapkan dapat mendukung budaya keselamatan serta meningkatkan kesiapan perusahaan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.
Bagi PTBA, nilai penting dari setiap pelatihan dan kompetisi terletak pada kemampuan menerapkan pembelajaran untuk meningkatkan kesiapan di tempat kerja. Sebab, dalam situasi darurat, ketepatan tindakan, koordinasi yang solid, dan kecepatan respons menjadi faktor penting dalam melindungi keselamatan jiwa.(*)












