Sosialisasi Bahaya Kanker di Masjid At Taqwa, Warga Diimbau Terapkan Pola Hidup Sehat

enimpost.com,NASIONAL — Yayasan Pencegahan Kanker Nusantara menggelar sosialisasi bahaya penyakit kanker di Masjid At Taqwa Kopel Tangsi, Kelurahan Pasar II, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Sabtu (21/2/2026) pagi, seusai Shalat Subuh.

Kegiatan tersebut disampaikan oleh Nova Oktavia, SKM, didampingi salah satu rekannya, Di hadapan ratusan jamaah sholat shubuh Mesjid At Taqwa. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kanker, faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini.
Dalam paparannya, Nova menjelaskan bahwa kanker merupakan penyebab kematian terbanyak kedua di dunia. Hingga kini, belum ada obat yang benar-benar mampu menyembuhkan kanker secara total. Namun demikian, penyakit ini dapat dicegah dengan mengenali serta menghindari berbagai faktor risiko pemicunya.
Ia memaparkan sejumlah faktor pemicu kanker, di antaranya faktor genetik atau keturunan, paparan zat kimia dan fisika, pola konsumsi makanan dan minuman, serta cara pengelolaan dan penyajian makanan yang tidak sehat.

Waspadai Kanker Prostat
Nova juga menyoroti kanker prostat yang kerap tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Seiring perkembangannya, gejala dapat berupa gangguan buang air kecil seperti sering berkemih, aliran urine lemah atau tersendat, munculnya darah pada urine atau air mani, nyeri pada tulang dan panggul, hingga disfungsi ereksi.
Kelompok pria yang berisiko tinggi terkena kanker prostat umumnya berusia di atas 50–65 tahun, memiliki riwayat keluarga dengan kanker prostat, obesitas, serta pola konsumsi tinggi lemak dan daging merah. Faktor risiko lainnya termasuk kebiasaan merokok, paparan zat kimia tertentu, serta infeksi prostat kronis.
Selain itu, pria juga berisiko mengalami kanker payudara, terutama jika memiliki faktor genetik, merupakan perokok aktif maupun pasif, serta memiliki kebiasaan tertentu yang dinilai berisiko.

Risiko Kanker pada Perempuan
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula bahwa perempuan berusia di atas 50 tahun, terutama rentang usia 55–64 tahun, memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker ovarium. Risiko meningkat pada mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan mutasi gen BRCA1 atau BRCA2, riwayat kanker payudara, ovarium, maupun kolon, tidak pernah hamil, mengalami endometriosis, obesitas, serta pernah menjalani terapi penggantian hormon.
Utamakan Pencegahan,
Nova menegaskan bahwa pencegahan kanker dari luar (eksternal) berfokus pada upaya menghindari paparan zat karsinogenik, menjaga pola makan sehat, serta melindungi tubuh dari faktor lingkungan yang berbahaya.
“Cara terbaik menghindari kanker dan tumor adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, menghindari rokok dan alkohol, serta melakukan skrining kesehatan secara berkala,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap paparan zat kimia berbahaya, radiasi, serta infeksi virus tertentu melalui vaksinasi.
Kegiatan sosialisasi tersebut mendapat respons positif dari jamaah Masjid At Taqwa. Diharapkan, melalui edukasi semacam ini, kesadaran masyarakat terhadap pencegahan kanker semakin meningkat, sehingga angka kejadian kanker dapat ditekan melalui langkah-langkah preventif sejak dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed