Tanamkan Akhlak Mulia, Lapas Muara Enim Gelar Zikir dan Kajian Fiqih Birul Walidain bagi Warga Binaan

enimpost.com,MUARAENIM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Enim terus memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui program pembinaan kerohanian yang berkelanjutan. Salah satu bentuk konkret dari komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan zikir dan tahlil yang dirangkai dengan penyampaian materi Fiqih Islam bertema Birul Walidain atau berbakti dan memuliakan kedua orang tua. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Lapas Muara Enim, Rabu (28/1/2026).

Kegiatan pembinaan kerohanian ini diikuti oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang beragama Islam dengan penuh kekhusyukan. Sejak pagi hari, warga binaan telah memadati masjid untuk mengikuti rangkaian acara yang diawali dengan pembacaan zikir dan tahlil secara bersama-sama, kemudian dilanjutkan dengan tausiah keagamaan.

Dalam tausiah yang disampaikan, pemateri menekankan pentingnya birul walidain sebagai salah satu pondasi utama dalam membentuk akhlak mulia seorang Muslim. Dijelaskan bahwa berbakti kepada kedua orang tua merupakan kewajiban yang menempati posisi penting setelah ketaatan kepada Allah SWT, sebagaimana diperintahkan dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, materi Fiqih Islam yang disampaikan juga mengulas makna berbakti kepada orang tua dalam konteks kehidupan sehari-hari, baik melalui sikap hormat, tutur kata yang santun, doa, maupun perilaku yang tidak menyakiti hati orang tua. Warga binaan diajak untuk melakukan refleksi diri atas perbuatan masa lalu dan menjadikan nilai birul walidain sebagai pijakan dalam memperbaiki diri selama menjalani masa pidana.

Kepala Lapas Kelas IIB Muara Enim, Auliya Zulfahmi, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan kerohanian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pemasyarakatan. Menurutnya, pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek disiplin dan keterampilan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan mental spiritual warga binaan.

“Pembinaan kerohanian menjadi salah satu pilar utama dalam membentuk pribadi warga binaan yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Melalui kegiatan seperti zikir, tahlil, dan pembelajaran Fiqih Islam ini, kami berharap warga binaan mampu memperbaiki diri dan memiliki bekal moral yang kuat,” ujar Auliya Zulfahmi.

Ia menambahkan, nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan diharapkan dapat menjadi pedoman hidup bagi warga binaan, tidak hanya selama menjalani pembinaan di dalam lapas, tetapi juga ketika mereka kembali ke tengah masyarakat. Dengan demikian, warga binaan dapat diterima kembali sebagai pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum.

Kegiatan pembinaan kerohanian di Lapas Kelas IIB Muara Enim ini secara rutin dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada perubahan perilaku. Pihak lapas berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pembinaan yang menyentuh aspek spiritual, sosial, dan moral demi mendukung tujuan sistem pemasyarakatan nasional.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *