enimpost.com,MUARA ENIM,— Upaya meningkatkan literasi Al-Qur’an di kalangan pelajar sekolah dasar terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Yayasan Mutiara Enim bersama Rumah Sedekah Qur’an (RSQ) Amanah menyalurkan mushaf Al-Qur’an kepada siswa SD Islam Al-Madinah, Desa Belimbing Jaya, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim, Senin (4/5/2026).
Penyaluran mushaf ini difokuskan untuk mendukung program kaderisasi tutor sebaya dalam pembelajaran tahsin Al-Qur’an. Program tersebut membina siswa agar mampu menjadi pendamping bagi teman-temannya dalam membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, di bawah bimbingan guru tahsin, Ustadz Sandi Septiandi.

Kepala SD Islam Al-Madinah, Sadar, S.S., mengatakan, bantuan mushaf tersebut akan dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan belajar mengajar. “Kami berterima kasih atas sedekah Al-Qur’an ini. Semoga menjadi amal jariah bagi para wakif dan memberikan manfaat luas bagi siswa,” ujarnya.
SD Islam Al-Madinah saat ini memiliki 155 siswa dengan dukungan 20 guru dan tenaga kependidikan. Sekolah ini mengembangkan sejumlah program unggulan, antara lain pembinaan karakter religius, kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai tajwid, target hafalan minimal empat juz, penguasaan hadis pilihan, serta pembiasaan doa-doa harian.
Ketua Yayasan Mutiara Enim, Winarto, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya menjawab tantangan literasi Al-Qur’an di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Agama pada akhir 2024, tingkat buta aksara Al-Qur’an masih relatif tinggi, yakni sekitar 72,25 persen.

Menurut Winarto, kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan ketersediaan mushaf di masyarakat, jumlah tenaga pengajar yang belum mencukupi, serta belum optimalnya dukungan berbagai pemangku kepentingan.
“Melalui penyaluran mushaf yang disertai pembinaan tutor sebaya, kami berharap siswa tidak hanya belajar, tetapi juga mampu mengajarkan kembali kepada teman-temannya,” kata dia.
Ia menambahkan, pendekatan tutor sebaya dinilai efektif dalam memperkuat pemahaman siswa sekaligus membangun kepercayaan diri dalam membaca Al-Qur’an.
Ke depan, Yayasan Mutiara Enim bersama para wakif membuka peluang kolaborasi dengan sekolah lain yang memiliki komitmen serupa. Dukungan berupa mushaf dan pembinaan akan terus diperluas sebagai bagian dari upaya bersama menekan angka buta aksara Al-Qur’an.
Inisiatif ini diharapkan dapat berkontribusi pada terbentuknya generasi muda yang tidak hanya cakap membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki karakter religius dalam kehidupan sehari-hari.






