Tasyakuran “Tombo Ati” dan Halalbihalal MWC NU Lawang Kidul Perkuat Ukhuwah

enimpost.com,MUARA ENIM – Momentum pasca-Idulfitri dimanfaatkan Nahdlatul Ulama tingkat kecamatan untuk memperkuat soliditas internal dan hubungan sosial kemasyarakatan. Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Lawang Kidul menggelar tasyakuran ulang tahun ke-6 pengajian “Tombo Ati” yang dirangkaikan dengan halalbihalal, Minggu (18/4/2026).

Kegiatan yang mengusung tema Mempererat Silaturahmi, Menguatkan Ukhuwah Islamiah itu dipusatkan di kediaman Abdul Majid, kawasan Komplek Masjid Jami’ Bukit Asam, Tanjung Enim. Acara dihadiri jajaran pengurus MWC NU Lawang Kidul, pengurus dan anggota pengajian Tombo Ati, perwakilan ranting NU, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Ketua MWC NU Lawang Kidul, Herly Cik Madan, menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan pasca-Ramadan melalui forum silaturahmi yang berkelanjutan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh pengurus dan undangan. Halalbihalal ini menjadi momentum penting untuk terus menjalin silaturahmi, menjaga kekompakan, dan memperkuat ukhuwah islamiah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengajian Tombo Ati, Abdul Majid, menyampaikan bahwa peringatan hari jadi ke-6 menjadi refleksi perjalanan sekaligus penguatan komitmen jamaah.

“Tasyakuran ini menjadi upaya kami untuk terus menjaga dan mempererat tali silaturahmi antaranggota pengajian serta masyarakat luas,” katanya.

Kegiatan juga dihadiri Ketua BPD Desa Tegal Rejo, Maryanto AD, Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan sinergi antara organisasi keagamaan dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Selain seremoni dan ramah tamah, acara diisi tausiah oleh Ustaz Imron Supriadi. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk membangun sikap husnuzan atau berbaik sangka kepada sesama. “Salah satu cara menjaga hati tetap baik adalah dengan rutin mengikuti pengajian seperti ini, agar silaturahmi dan nilai-nilai keislaman terus terpelihara,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, MWC NU Lawang Kidul berharap pengajian tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga wadah memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Tanjung Enim dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *