enimpost.com,MUARAENIM – Sebanyak 283 siswa kelas IX MTs Negeri 1 Muara Enim mengikuti Khataman Al-Qur’an yang dirangkaikan dengan tasyakuran pelepasan siswa di lapangan madrasah, Jumat (8/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan siswa di jenjang madrasah tsanawiyah.
Acara dihadiri oleh jajaran dewan guru, tenaga kependidikan, serta seluruh siswa kelas IX. Dalam prosesi khataman, para siswa secara bergiliran menyelesaikan bacaan Al-Qur’an sebagai bagian dari capaian pembelajaran keagamaan yang telah ditempuh selama tiga tahun.
Kepala MTs Negeri 1 Muara Enim, Jumianah, mengatakan bahwa kegiatan khataman tidak sekadar seremonial pelepasan, tetapi juga menjadi momentum penting dalam meneguhkan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi kehidupan siswa.
Menurut dia, di tengah perkembangan global yang pesat, pendidikan tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
“Al-Qur’an harus menjadi kompas dalam kehidupan generasi muda. Tantangan saat ini tidak hanya soal ilmu pengetahuan, tetapi juga bagaimana menjaga jati diri dan nilai moral di tengah perubahan zaman,” ujar Jumianah dalam sambutannya.
Ia menambahkan, madrasah memiliki tanggung jawab untuk membekali siswa dengan pemahaman keagamaan yang mendalam, sehingga mampu menjadi benteng dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif.
“Kami berharap para siswa tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga nilai-nilai Al-Qur’an yang tertanam dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Khataman Al-Qur’an menjadi salah satu indikator keberhasilan program pembelajaran keagamaan di madrasah. Siswa yang dinyatakan khatam dinilai telah memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik serta memahami makna yang terkandung di dalamnya.
Salah satu perwakilan siswa, Batrisiya Fildza, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan belajar yang diperoleh selama di madrasah. Ia berharap nilai-nilai yang telah diajarkan dapat menjadi pedoman dalam melanjutkan pendidikan.
“Ilmu yang kami peroleh di madrasah akan menjadi bekal untuk melangkah ke jenjang berikutnya dan menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya.
Kegiatan pelepasan ini sekaligus menegaskan peran strategis madrasah dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan.
Di tengah dinamika perkembangan zaman, pendidikan berbasis Al-Qur’an dinilai tetap relevan dalam membentuk generasi yang mampu beradaptasi tanpa kehilangan identitas. Madrasah pun diharapkan terus berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing sekaligus berakhlak.







