Akselerasi PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 Didorong, PGE Perkuat Kedaulatan Energi Nasional

enimpost.com,PALEMBANG – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk terus mempercepat pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 dan Unit 4 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat bauran energi nasional sekaligus mendukung target net zero emission Indonesia pada 2060.

Percepatan proyek dilakukan setelah PLTP Lumut Balai Unit 2 beroperasi penuh pada Juni 2025. Pengembangan lanjutan tersebut melibatkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perusahaan guna memastikan proyek berjalan sesuai target.

Kegiatan akselerasi proyek turut melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, serta Pemerintah Kabupaten Muara Enim.

Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Andi Joko mengatakan dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran proyek panas bumi tersebut. Menurut dia, kolaborasi yang kuat diperlukan agar proyek strategis nasional itu dapat selesai tepat waktu dan memberi kontribusi nyata terhadap ketahanan energi nasional.

“Kami berterima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim, khususnya dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi percepatan proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4. Kolaborasi yang kuat menjadi kunci agar proyek ini dapat berjalan tepat waktu dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional,” ujar Andi Joko dalam keterangannya, Senin (19/5/2026).

Sementara itu, Bupati Muara Enim H. Edison menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan proyek panas bumi tersebut. Pemkab Muara Enim, kata dia, siap mempercepat proses perizinan dan memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga kelancaran investasi energi baru terbarukan di daerahnya.

Menurut Edison, proyek PLTP Lumut Balai diharapkan tidak hanya memperkuat sektor energi nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar, termasuk melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang telah dijalankan PGE Lumut Balai selama ini. Pemerintah daerah berharap program CSR ke depan semakin diperluas agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Terima kasih karena PGE Lumut Balai telah menjadi perusahaan yang bisa dicontoh oleh perusahaan lain. Kami berharap ke depan semakin banyak program CSR yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah,” katanya.

Pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan energi panas bumi sebagai sumber energi bersih berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan perusahaan diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek sekaligus memperbesar kontribusi panas bumi dalam bauran energi nasional.

Sebagai informasi, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk merupakan bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang eksplorasi, eksploitasi, dan produksi panas bumi. Saat ini perusahaan mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan total kapasitas terpasang mencapai 1.932 MW. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen kapasitas panas bumi nasional berada di wilayah kerja PGE.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *