BAF Edu Fair 2.0 Digelar, Siswa Muara Enim-Lahat Adu Kompetensi

enimpost.com,TANJUNG ENIM – Ruang belajar tak lagi sebatas dinding kelas. Semangat berkompetisi dan mengasah kemampuan akademik menjadi warna dalam BAF Edu Fair 2.0 yang digelar Bukit Asam Foundation (BAF) di Tanjung Enim, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan tersebut resmi dibuka Ketua Yayasan Bukit Asam (YYBA) Septyo Cholidie di Gedung Serbaguna (GSG) Bukit Asam, Tanah Putih, Tanjung Enim. Pembukaan turut dihadiri Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim serta unsur Tripika Kecamatan Lawang Kidul.

Setelah pembukaan, rangkaian kompetisi dipusatkan di lingkungan SD dan SMP Bukit Asam. Peserta berasal dari sejumlah sekolah di Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

BAF Edu Fair 2.0 menghadirkan sejumlah agenda pendidikan. Mulai seminar bagi guru bahasa Inggris, kompetisi Olimpiade Sains dan Matematika, hingga English Competition untuk pelajar tingkat SD dan SMP.

Untuk kategori English Competition, peserta mengikuti lomba Speech dan Storytelling. Selain kompetisi akademik, kegiatan juga diramaikan Talk Show Remaja yang ditujukan bagi peserta sebagai ruang berbagi wawasan dan pengalaman.

Ketua Yayasan Bukit Asam, Septyo Cholidie, mengatakan BAF Edu Fair tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua. Kegiatan pertama digelar pada 2024.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Yayasan Bukit Asam mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk menguji kemampuan dan menunjukkan potensi yang dimiliki.

“Ini merupakan BAF Edu Fair yang kedua. Yang pertama kita laksanakan pada 2024,” ujar Septyo.

Saat ini, Yayasan Bukit Asam menaungi sejumlah jenjang pendidikan, mulai TK Antrasita, SD, SMP, SMA hingga SMK Bukit Asam.

Septyo menambahkan, dalam lima tahun ke depan pihaknya menargetkan seluruh lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Bukit Asam dapat meningkatkan kualitas dan menuju standar pendidikan bertaraf internasional.

“Kami berharap dalam lima tahun ke depan seluruh lembaga pendidikan yang dinaungi Yayasan Bukit Asam sudah bisa naik level dan bertaraf internasional,” katanya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan BAF Edu Fair 2.0. Kegiatan seperti ini dinilai dapat menjadi ruang bagi sekolah untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menggali potensi peserta didik.

Kasi Pendidikan dan Pengembangan Karakter Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim, Yopi Ardiansyah, S.Pd., mengatakan peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Menurutnya, orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi proses tumbuh dan berkembang anak, termasuk dalam mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik.

“Pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Peran orang tua juga sangat penting untuk membantu anak tumbuh dan berkembang,” ujar Yopi.

Ia berharap kegiatan seperti BAF Edu Fair dapat menjadi ruang untuk menemukan potensi siswa, kemudian mengasahnya secara berkelanjutan hingga mampu melahirkan prestasi yang membanggakan bagi keluarga, sekolah maupun daerah.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap potensi siswa dapat digali, ditumbuhkan dan diasah menjadi prestasi yang membanggakan bagi keluarga, sekolah dan daerah,” pungkasnya.

BAF Edu Fair 2.0 pun tidak hanya menjadi ajang kompetisi. Kegiatan tersebut sekaligus mempertemukan siswa, guru dan pemangku kepentingan pendidikan dalam satu ruang untuk mendorong budaya belajar, berkompetisi secara sehat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *