GUNUNG MEGANG — Membentengi remaja dari pergaulan bebas, narkoba dan pernikahan dini tidak cukup hanya dengan imbauan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim mengemas edukasi tersebut melalui inovasi komunikasi publik yang lebih dekat dengan dunia anak dan remaja lewat program **Cerita Anak Remaja (CERIA).
Program yang digagas Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) Muara Enim melalui LPPL Radio Suara Muara Enim itu kembali digelar di Gedung Serbaguna Kecamatan Gunung Megang, Kamis (3/9/2026).
Mengusung tema “Wujudkan Generasi Emas, Tangguh Hadapi Pergaulan Bebas, Narkoba dan Pernikahan Dini”, CERIA tidak hanya menghadirkan penyampaian materi. Edukasi bagi remaja dikombinasikan dengan layanan literasi melalui mobil perpustakaan keliling Membara serta pemeriksaan kesehatan gratis.
Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan komunikasi publik yang tidak berhenti pada penyebaran informasi, tetapi memberikan ruang edukasi dan pelayanan langsung kepada generasi muda.
Kegiatan yang dibuka Plt Bupati Muara Enim Ir. Hj. Sumarni, M.Si., tersebut menghadirkan dr. Lois Sitorus Sinambela, Sp.KK., dari RSUD Dr. H. Mohamad Rabain dan M. Rizal, S.Ag., dari BNNK Muara Enim sebagai narasumber.
Sebanyak 128 pelajar dari SMKN 1 Gunung Megang, SMAN 1 Gunung Megang, MA Al-Muawanah, serta SMPN 1 hingga SMPN 5 Gunung Megang mengikuti kegiatan tersebut.
Plt Bupati Muara Enim Sumarni mengatakan, penguatan karakter menjadi salah satu kunci agar generasi muda memiliki ketahanan menghadapi berbagai pengaruh negatif di lingkungannya.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Perlindungan dan pembentukan karakter anak membutuhkan keterlibatan pemerintah kecamatan, sekolah, orang tua hingga lingkungan masyarakat.
“Kita harus bersama-sama membentengi anak-anak kita agar tumbuh menjadi generasi emas yang sehat, cerdas dan memiliki daya saing,” tegas Sumarni.
Ia menilai deteksi dan pencegahan sejak dini harus dilakukan mulai dari lingkungan terkecil. Dengan kolaborasi berbagai pihak, potensi ancaman terhadap tumbuh kembang remaja diharapkan dapat diketahui dan dicegah sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.
Sementara itu, Kepala Diskominfo SP Muara Enim Vivi Mariani, S.Si., M.Bmd., Apt., mengatakan CERIA merupakan program rutin LPPL Radio Suara Muara Enim di bawah naungan Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik (PKP).
Menurut Vivi, CERIA dirancang sebagai ruang komunikasi dan edukasi yang ramah bagi anak dan remaja. Program tersebut tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mendorong literasi dan partisipasi aktif generasi muda.
“CERIA merupakan program rutin yang dijalankan sebagai bagian dari peran komunikasi publik pemerintah dalam memberikan pelayanan edukasi yang ramah anak, meningkatkan literasi, sekaligus menyediakan ruang partisipasi aktif bagi remaja,” jelas Vivi.
Ia menambahkan, program tersebut telah meraih penghargaan dan terus dikembangkan sebagai salah satu instrumen komunikasi publik pemerintah dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak.
Kehadiran mobil perpustakaan keliling Membara dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dalam kegiatan CERIA memperkuat pendekatan tersebut. Remaja tidak hanya menjadi sasaran penerima informasi, tetapi juga mendapatkan akses terhadap bahan bacaan dan layanan kesehatan dalam satu rangkaian kegiatan.
Model komunikasi seperti ini dinilai penting karena edukasi mengenai pergaulan bebas, narkoba dan pernikahan dini membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan karakter generasi muda.
Melalui CERIA, pemerintah berupaya menjadikan edukasi remaja lebih interaktif, terbuka dan dekat dengan kebutuhan mereka. Langkah tersebut sekaligus memperkuat peran pemerintah dalam membangun ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak secara sehat dan aman.
Program CERIA diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus menjadi ruang dialog antara pemerintah dan generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks.(*)









