enimpost.com,MUARAENIM – Yayasan Mutiara Enim (YME) memberikan apresiasi kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lambur, Kecamatan Panang Enim, Kabupaten Muara Enim, yang dinilai istiqomah menjalankan kegiatan khatam Al-Qur’an selama bulan suci Ramadan. Apresiasi tersebut berupa penyerahan mushaf Al-Qur’an kepada sejumlah pengelola dan relawan dapur SPPG.
Pemberian reward dilakukan bertepatan dengan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (ME) yang dilaksanakan tim Yayasan Mutiara Enim di SPPG Lambur yang berlokasi di Jalan Lintas Sumatera, Desa Lambur, Kamis (12/3/2026).

Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi Yayasan Mutiara Enim, Nurmala Gafar, S.ST.Gz., MPH., RD., mengatakan bahwa kegiatan ME bertujuan memastikan seluruh proses pelayanan di SPPG berjalan sesuai standar, terutama dalam menjaga kualitas makanan yang disalurkan kepada para penerima manfaat.
“Monitoring dan evaluasi dilakukan agar SPPG dapat terus menjaga kinerja dan kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat. Hal ini juga penting untuk mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan dalam proses pelayanan,” ujar Nurmala.
Dalam kegiatan tersebut, tim ME juga mengapresiasi komitmen para pengelola SPPG Lambur yang tidak hanya menjalankan tugas pelayanan gizi, tetapi juga tetap menjaga aktivitas ibadah selama Ramadan dengan melaksanakan khatam Al-Qur’an secara istiqomah.
Empat orang menerima reward mushaf Al-Qur’an dari Yayasan Mutiara Enim, yakni Kepala SPPG Lambur Jumly Asyukra, pemilik fasilitas Umi Kalsum, relawan dapur Sunariah, serta ahli gizi Reza Wulandari.
Ketua Yayasan Mutiara Enim, Winarto, mengatakan pemberian mushaf Al-Qur’an tersebut merupakan bagian dari dukungan yayasan melalui Gerakan Sedekah Qur’an. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat nilai spiritual dalam berbagai kegiatan sosial yang dijalankan yayasan.
Menurut Winarto, program MBG yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berupaya mendorong penguatan nilai-nilai keagamaan di lingkungan para pengelola program.
“Dengan dukungan Gerakan Sedekah Qur’an, program MBG tidak hanya bertujuan menyehatkan jasmani, tetapi juga rohani. Harapannya, akan lahir generasi penerus yang berakhlak mulia dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata Winarto.
Ia menambahkan, perpaduan antara pelayanan gizi, kepedulian sosial, serta penguatan nilai keagamaan diharapkan mampu memberikan dampak positif, tidak hanya bagi pengelola program tetapi juga bagi masyarakat penerima manfaat.
Yayasan Mutiara Enim berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sehingga mampu memperkuat semangat pelayanan sosial yang diiringi dengan nilai-nilai spiritual, khususnya selama bulan Ramadan.












