enimpost.com,MUARAENIM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Enim menorehkan prestasi nasional dengan meraih penghargaan Dapur Sehat peringkat ketiga dalam rangka peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 yang diselenggarakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Senin (27/4/2026).
Penghargaan tersebut diterima langsung Kepala Lapas Kelas IIB Muara Enim, Auliya Zulfahmi, didampingi Kepala Sub Seksi Perawatan, Anton Sandrayadi. Capaian ini menjadi bukti komitmen Lapas Muara Enim dalam menghadirkan layanan makanan yang higienis, bergizi, serta sesuai standar kesehatan bagi warga binaan.
Penilaian dilakukan secara komprehensif oleh tim dari Kemenimipas, mencakup berbagai aspek mulai dari kebersihan dapur, proses pengolahan bahan makanan, tata cara penyajian, hingga manajemen pengelolaan dapur. Standar tersebut menjadi indikator penting dalam menjamin kualitas konsumsi harian warga binaan di seluruh Indonesia.
Kegiatan penyerahan penghargaan digelar bersamaan dengan rangkaian peringatan HBP ke-62 yang diikuti oleh seluruh satuan kerja pemasyarakatan di tanah air. Momentum ini sekaligus menjadi ajang evaluasi dan apresiasi terhadap kinerja layanan pemasyarakatan, khususnya dalam pemenuhan hak dasar warga binaan.
Kepala Lapas Muara Enim, Auliya Zulfahmi, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran, terutama petugas dapur yang selama ini konsisten menjaga kualitas makanan.
“Penghargaan ini adalah buah dari kerja keras seluruh tim. Kami berkomitmen memastikan setiap makanan yang disajikan tidak hanya layak konsumsi, tetapi juga memenuhi standar gizi dan kebersihan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penyediaan makanan sehat merupakan bagian integral dari proses pembinaan di dalam lapas. Menurutnya, pemenuhan hak dasar, termasuk asupan makanan, menjadi fondasi penting dalam mendukung keberhasilan program pembinaan warga binaan.
Pihaknya juga memastikan akan terus melakukan evaluasi dan inovasi dalam pengelolaan dapur, baik dari sisi kualitas bahan baku, proses pengolahan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia petugas dapur.
“Ini bukan akhir, tetapi justru menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Ke depan, kami akan memperkuat sistem pengawasan dan standar operasional agar layanan dapur semakin optimal,” tambahnya.
Capaian ini sekaligus memperkuat posisi Lapas Muara Enim sebagai salah satu unit pelaksana teknis yang berkomitmen terhadap layanan pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada kesejahteraan warga binaan, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi di lingkungan Kemenimipas.
Dengan penghargaan tersebut, Lapas Muara Enim diharapkan mampu menjadi role model dalam pengelolaan dapur sehat di lingkungan pemasyarakatan, serta mendorong peningkatan standar layanan serupa di berbagai lapas dan rutan lainnya di Indonesia.






