PAMA SSBA Beri Workshop Cegah Stunting Untuk Bidan Desa Sekitar Perusahaan

Enimpost.com,MUARAENiM – PT Pamapersada Nusantara (Pama) Cluster Sumatera Selatan Bukit Asam (SSBA) melakukan kegiatan workshop stunting untuk bidan desa yang ada di kecmatan Lawang Kidul. Kegiatan yang direncanakan dn dilaksanakan oleh Pama dan Puskesmas ini l diadakan di Puskesmas Tanjung Enim, Kamis (16/5/2024).

Workshop stunting ini diikuti oleh 14 orang bidan desa yang ada di wilayah Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim. Bidan desa tersebut berasal dari 4 desa dan 3 kelurahan kecamatan Lawang Kidul, kabupaten Muara Enim.

CSR Officer Pama SSBA, Danang Prakoso didampingi Devita Sari Sirait menerangkan, Workshop stunting ini merupakan langkah awal untuk mengajak bidan desa dalam melakukan monitoring kepada balita stunting yang akan dilakukan di polindes.

“Melalui monev secara rutin, kita bisa memantau perkembangan si anak dan mengambil langkah lebih cepat untuk mengatasi permasalahan yang dialami si anak, sehinggga kedepannya harapan kita di kecamatan Lawang Kidul ini bebas balita stunting,” terang Danang, saat memberikan sambutan di pembukaan kegiatan workshop stunting, Rabu (15/5/2024).

“Kita akan melakukan pengukuran di polindes dua minggu sekali secara rutin agar tumbuh kembang si anak rutin termonitor. Untuk itu ibu-ibu bidan desa diharapkan bisa aktif dan memiliki semangat yang sama dalam mewujudkan kecamatan lawang kidul bebas stunting,” Timpal Devita.

Kepala Tata Usaha (KTU) Nurhasanah Sinaga mengapresiasi program dari PT Pama yang peduli kesehatan masyarakat di sekitar perusahaan. Pihaknya juga memberikan respon yang positif dan antusias atas program-program yang diberikan Pama dalam rangka menurunkan angka balita stunting. Upaya Pama dalam membantu pemerintah daerah melakukan penanganan kasus stunting, khsusnya di Kecamatan Lawang Kidul sangat membantu pihak puskesmas dalam mencapai penurunan balita stunting.

“workshop ini sangat berguna, dan saya apresiasi kepada Pama yang sudah berkolaborasi dalam upaya penanganan angka stunting di Kecamatan Lawang Kidul, mudah-mudahan, apa yang sudah dilakukan oleh Pama ini bisa kita sambut dan kita dukung agar bisa mencapai tujuan yang sama” terang Nurhasanah.

Nurhasanah menambahkan, Kerjasama program kesehatan dengan Pama ini sudah berjalan sejak 6 bulan lalu dan akan selalu kita pantau untuk perkembangan balita yang sedang kita intervensi.

“Butuh peran banyak pihak untuk penanganan stunting ini. Kita harapkan teman-teman dari bidan desa juga berpartisipasi aktif dalam mewujudkan kecamatan ini bebas stunting” lanjut Nurhasanah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *