enimpost.com,MUARA ENIM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Enim memanfaatkan lahan di lingkungan lapas untuk mendukung program ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian. Salah satu hasilnya terlihat dalam panen raya melon yang digelar Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan petugas dan warga binaan yang selama ini mengikuti proses budidaya melon. Mereka terlibat sejak tahap penyemaian, penanaman, perawatan, hingga memanen tanaman yang telah memasuki masa panen.
Program itu menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang diberikan kepada warga binaan selama menjalani masa pidana. Melalui kegiatan pertanian, warga binaan memperoleh pengalaman langsung yang diharapkan dapat digunakan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat.
Melon menjadi salah satu komoditas yang dikembangkan karena memiliki nilai ekonomi dan dapat dibudidayakan dengan metode yang disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia.
Kepala Lapas Kelas IIB Muara Enim mengatakan, program ketahanan pangan merupakan bagian dari pembinaan yang diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian warga binaan.
“Panen raya melon ini merupakan bukti bahwa program pembinaan kemandirian di Lapas Muara Enim terus berjalan dan memberikan hasil yang positif,” ujarnya.
Menurut dia, keberhasilan panen diharapkan dapat meningkatkan motivasi warga binaan untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan di bidang pertanian.
“Kami berharap keterampilan yang diperoleh warga binaan selama mengikuti kegiatan ini dapat menjadi bekal berharga ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” katanya.
Tidak sekadar menghasilkan melon
Kegiatan budidaya melon tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas pertanian. Setiap tahapan pekerjaan menjadi bagian dari proses pembinaan karakter warga binaan.
Warga binaan belajar menjalankan tugas secara disiplin, bertanggung jawab terhadap tanaman yang dirawat, serta bekerja sama dengan peserta lain. Proses tersebut juga melatih ketekunan karena tanaman membutuhkan perawatan secara rutin hingga siap dipanen.
Bagi warga binaan, keterampilan semacam itu diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan kegiatan produktif setelah mereka menyelesaikan masa pidana.
Program ketahanan pangan juga menjadi upaya Lapas Muara Enim mengoptimalkan lahan yang tersedia agar memiliki nilai guna. Pengembangan pertanian dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan potensi komoditas yang dapat dibudidayakan.
Ke depan, Lapas Muara Enim berencana mengembangkan berbagai komoditas pertanian produktif lainnya. Inovasi dalam kegiatan pembinaan juga akan terus didorong agar warga binaan memiliki lebih banyak pilihan keterampilan.
Panen raya melon tersebut menjadi salah satu contoh bahwa program pembinaan di lembaga pemasyarakatan dapat diarahkan tidak hanya pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga pada persiapan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Dengan keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan, warga binaan diharapkan dapat memiliki bekal untuk hidup lebih mandiri, produktif, dan mampu berkontribusi setelah kembali ke lingkungan masing-masing.(*)








