enimpost.com,MUARA ENIM – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tak hanya bisa dimanfaatkan untuk teknologi dan bisnis. Kali ini, teknologi tersebut diajak melahirkan karya musik sebagai bentuk penghormatan kepada para guru. Radio Plumeria 100,8 FM berkolaborasi dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Muara Enim menggelar Lomba Cipta Lagu Berbasis AI dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2026.
Lomba yang terbuka bagi peserta dari seluruh Indonesia ini dimulai pada 13 Oktober dan ditutup pada 13 November 2026. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada 20 November, sedangkan penyerahan hadiah direncanakan berlangsung dalam perayaan Hari Guru Nasional di Muara Enim pada 26 November 2026.
Kompetisi ini mengangkat tiga tema utama, yakni “Hargai, Sayangi dan Support Guru: Pahlawan yang Membangun Generasi Masa Depan”, “Rindu Guru Masa Kecilku”, serta “Guru, Pahlawan Lintas Generasi”. Melalui tema tersebut, peserta diajak menuangkan penghargaan, kenangan, dan rasa terima kasih kepada guru melalui karya musik berbasis teknologi AI.
Program ini mendapat dukungan dari IGI Sumatera Selatan, Pengurus Pusat IGI, Yayasan Plumeria Education Park, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Muara Enim.
Panitia membuka kesempatan bagi guru, siswa, dan masyarakat umum tanpa batasan usia. Setiap peserta dapat mengirimkan maksimal dua lagu, tanpa dipungut biaya pendaftaran. Seluruh biaya penyelenggaraan ditanggung Radio Plumeria 100,8 FM, sementara total hadiah yang disediakan bagi 15 pemenang mencapai Rp5 juta.
Untuk mengikuti kompetisi, peserta harus membuat lagu sesuai salah satu tema yang ditentukan, dengan durasi maksimal empat menit dan ukuran berkas maksimal 25 MB. Karya dikirimkan dalam bentuk video, baik menggunakan video klip maupun tidak, dengan format yang ditentukan panitia, seperti MP4, WAV, atau MPEG.
Pengiriman karya dilakukan melalui surat elektronik fmplumeriaradio@gmail.com, disertai nama lengkap, alamat, nomor identitas yang berlaku, serta foto diri. Panitia akan mendata peserta dan mengunggah karya yang memenuhi ketentuan ke kanal YouTube Plumeria Radio 100,8 FM.
Penilaian berlangsung hingga 13 November 2026 pukul 22.00 WIB. Peserta diwajibkan berlangganan (subscribe) kanal YouTube tersebut, sedangkan penentuan pemenang didasarkan pada jumlah penayangan (views) dan tanda suka (likes). Hasil pemeringkatan akan diumumkan secara terbuka oleh panitia.
Panitia menetapkan sejumlah ketentuan untuk menjaga kualitas dan kepatuhan karya. Lagu tidak boleh mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), pornografi, melanggar hak cipta, menyalin karya pihak lain, maupun bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, termasuk ketentuan terkait informasi dan transaksi elektronik. Keputusan juri dinyatakan final dan tidak dapat diganggu gugat.
Tak berhenti pada kompetisi, seluruh lagu yang masuk juga direncanakan disampaikan kepada Pengurus Pusat IGI sebagai bentuk apresiasi kepada guru. Karya-karya tersebut diharapkan dapat disebarluaskan melalui jaringan cabang IGI di berbagai daerah, sehingga pesan penghargaan terhadap guru menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Pemutaran lagu peserta melalui Radio Plumeria 100,8 FM juga direncanakan mulai 13 Oktober 2026 dan berlanjut sebagai dedikasi bagi para guru di seluruh Indonesia.
Panitia turut menargetkan kegiatan ini dapat tercatat dalam Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), sebagai upaya menghadirkan lomba cipta lagu berbasis AI dengan tema pendidikan dan guru dalam skala besar. Target tersebut masih memerlukan proses verifikasi dan pengakuan dari pihak MURI.
Selain mengedepankan kreativitas, kegiatan ini membawa misi sosial. Dukungan finansial yang diperoleh dalam penyelenggaraan lomba direncanakan untuk mendukung pendidikan di Indonesia melalui Yayasan Plumeria Education Park bekerja sama dengan IGI Kabupaten Muara Enim.
Melalui kolaborasi media, organisasi profesi guru, dan lembaga pendidikan ini, lomba cipta lagu berbasis AI diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkreasi sekaligus menyampaikan penghargaan kepada guru. Teknologi menjadi sarana, sementara penghormatan terhadap jasa pendidik tetap menjadi pesan utama yang ingin disampaikan.(*)












