enimpost.com,MUARA ENIM — Membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sejak usia dini menjadi perhatian Badan Koordinasi Pendidikan Al-Qur’an dan Keluarga Sakinah (BKPAKSI) Kabupaten Muara Enim. Bersama Yayasan Mutiara Enim, BKPAKSI menggelar pelatihan dasar tahsin sekaligus gerakan sedekah Al-Qur’an bagi siswa dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kecamatan Ujan Mas.
Kegiatan berlangsung di Aula SDN 6 Ujan Mas, Selasa (29/9/2026), mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai. Sebanyak 40 siswa dari 11 sekolah dasar (SD) se-Kecamatan Ujan Mas mengikuti kegiatan tersebut.
Peserta merupakan siswa yang telah memiliki kemampuan dasar membaca Al-Qur’an serta didampingi guru pembimbing PAI dari masing-masing sekolah.
Program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Lebih jauh, peserta diarahkan agar mampu membimbing adik tingkatnya dalam belajar membaca Al-Qur’an.
Di saat yang sama, kegiatan menjadi bagian dari gerakan sedekah Al-Qur’an untuk membantu menyediakan mushaf bagi mereka yang membutuhkan.
Direktur Daerah BKPAKSI Kabupaten Muara Enim Drs H Winarto, M.M., mengatakan, anak-anak peserta pelatihan merupakan calon generasi penerus yang perlu mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan.
Menurut dia, pendidikan Al-Qur’an sejak dini diharapkan tidak hanya membentuk kemampuan intelektual atau IQ, tetapi juga kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ).

“Anak-anak yang hebat ini harus terus dibimbing agar tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki IQ, EQ dan SQ,” ujar Winarto.
Ia juga mendorong adanya program lanjutan untuk memberikan motivasi kepada siswa. Salah satunya melalui kegiatan wisuda khatam Al-Qur’an dan wisuda hafiz Al-Qur’an Juz 30.
Menurut Winarto, kegiatan tersebut dapat menjadi bentuk apresiasi sekaligus memacu semangat anak-anak untuk terus belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an sejak dini.
BKPAKSI, lanjut dia, siap mendukung pemberian penghargaan atau *reward* bagi siswa yang mampu menyelesaikan program tersebut.
Dalam pelatihan, peserta mendapatkan materi tahsin dari Ustadzah Nahdia dan Ustadzah Nabila. Metode yang digunakan antara lain metode Bukhara dengan pendekatan yang dibuat mudah dan menyenangkan.
Materi menitikberatkan pada kaidah tahsin dan makhrajul huruf. Pembelajaran juga dikemas melalui penggunaan lagu atau irama tertentu sehingga peserta lebih mudah memahami dan mempraktikkan cara membaca Al-Qur’an dengan tepat.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Ujan Mas, Lentri, S.Pd., mendorong Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) serta Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI untuk terus memperkuat pendidikan karakter melalui pembelajaran Al-Qur’an sejak dini.
Menurutnya, pembiasaan kegiatan keagamaan di sekolah perlu terus dikembangkan. Tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga kegiatan pendukung seperti salat duha dan pembiasaan karakter positif lainnya.
“Kegiatan yang mendukung penguatan pendidikan karakter yang selama ini sudah berjalan perlu terus ditingkatkan,” katanya.
Kepala SDN 6 Ujan Mas Wilhasan turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Sekolah yang dipimpinnya menjadi tuan rumah kegiatan pelatihan dan sedekah Al-Qur’an.

Program tersebut terlaksana atas kerja sama BKPAKSI Kabupaten Muara Enim dengan Yayasan Mutiara Enim yang berperan sebagai narasumber sekaligus wakif Al-Qur’an.
Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara berharap gerakan pembelajaran Al-Qur’an dan sedekah mushaf dapat terus diperluas ke sekolah-sekolah lainnya di Kecamatan Ujan Mas.
BKPAKSI juga diharapkan dapat menghadirkan program lanjutan sehingga pembinaan kemampuan membaca Al-Qur’an tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi menjadi proses berkelanjutan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara peserta, guru pendamping, penyelenggara dan para narasumber.(*)












