Harapan Warga Muara Enim: Saatnya Hadir SPBU Baru Beroperasi 24 Jam

enimpost.com,MUARAENIM – Julukan Kabupaten Muara Enim sebagai salah satu lumbung energi terbesar di Sumatera Selatan dinilai belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Di tengah melimpahnya potensi batu bara, minyak dan gas, warga justru masih dihadapkan pada persoalan klasik, yakni antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang hampir terjadi setiap hari.

Sebagai daerah penghasil energi nasional, kondisi tersebut menjadi ironi. Di kawasan perkotaan Muara Enim saat ini hanya terdapat dua SPBU yang melayani kebutuhan ribuan kendaraan masyarakat, angkutan barang, hingga kendaraan operasional perusahaan. Kapasitas pelayanan yang terbatas membuat antrean kendaraan kerap mengular, terutama pada pagi, siang, dan sore hari.

Dari perspektif kebijakan publik, persoalan ini tidak sekadar menyangkut distribusi BBM, tetapi juga berdampak langsung terhadap produktivitas masyarakat dan perputaran ekonomi daerah.

Waktu masyarakat yang seharusnya digunakan untuk bekerja, berdagang, atau memberikan layanan kepada pelanggan justru habis di jalan untuk mengantre BBM. Sopir angkutan kehilangan waktu operasional, pelaku UMKM terlambat melakukan distribusi barang, sementara pekerja harus mengurangi jam produktif hanya untuk mendapatkan bahan bakar.

Efek berantai dari kondisi tersebut tentu memengaruhi efisiensi ekonomi daerah. Ketika mobilitas masyarakat terhambat, biaya operasional meningkat dan aktivitas perdagangan ikut melambat. Padahal, kelancaran distribusi BBM merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga roda perekonomian tetap bergerak.

Karena itu, sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Muara Enim bersama Pertamina dan pemangku kepentingan terkait mendorong penambahan SPBU baru, khususnya di kawasan perkotaan yang memiliki tingkat mobilitas kendaraan tinggi.

Tidak hanya menambah jumlah SPBU, masyarakat juga berharap fasilitas tersebut dapat beroperasi selama **24 jam**. Kehadiran SPBU dengan layanan penuh diyakini akan mampu mengurai kepadatan antrean, membagi beban pelayanan, sekaligus memberikan fleksibilitas bagi masyarakat maupun pelaku usaha untuk mengisi BBM di luar jam-jam sibuk.

Keberadaan SPBU 24 jam juga akan mendukung operasional kendaraan logistik, ambulans, angkutan umum, hingga kendaraan distribusi hasil pertanian dan pertambangan yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Muara Enim.

Persoalan BBM hanyalah satu dari sejumlah ironi sektor energi di Muara Enim. Di tengah keberadaan sejumlah pembangkit listrik berkapasitas besar, masyarakat masih mengeluhkan pemadaman listrik berkala. Sementara potensi ekonomi dari pengelolaan sumur minyak tua juga belum sepenuhnya memberikan manfaat optimal bagi masyarakat karena masih menunggu kepastian tata kelola yang legal dan berkelanjutan.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa tantangan energi di Muara Enim tidak hanya berada pada sisi produksi, tetapi juga pada aspek pelayanan publik dan pemerataan manfaat bagi masyarakat.

Harapan warga kini tertuju kepada Pemerintah Kabupaten Muara Enim agar lebih aktif memperjuangkan solusi atas persoalan tersebut, baik melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, Pertamina maupun instansi terkait. Penambahan SPBU baru yang beroperasi 24 jam dinilai menjadi salah satu langkah konkret yang dapat segera diwujudkan.

Dengan pasokan BBM yang mudah diakses, layanan yang lebih cepat, serta distribusi energi yang semakin baik, produktivitas masyarakat akan meningkat dan perputaran ekonomi daerah dapat berjalan lebih optimal. Sebab, sebagai daerah yang selama ini menjadi penopang energi nasional, sudah selayaknya masyarakat Muara Enim menjadi pihak pertama yang merasakan kemudahan dalam memperoleh layanan energi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *