Ramadhan di SMK Bukit Asam: Siswa Awali Hari dengan Tadarus, Jam Belajar Disesuaikan

enimpost.com,MUARAENIM – Suasana berbeda tampak di SMK Bukit Asam selama bulan suci Ramadhan. Selain adanya pengurangan jam belajar sesuai surat edaran yang berlaku, para siswa kini mengawali setiap hari pembelajaran dengan kegiatan tadarus Alquran di kelas masing-masing.

Kegiatan tadarus dilaksanakan sebelum proses belajar mengajar dimulai. Setiap kelas dipimpin langsung oleh wali kelas, yang membimbing siswa membaca Alquran secara bergiliran. Suasana khidmat dan tenang mewarnai ruang-ruang kelas, menggantikan riuh percakapan pagi hari dengan lantunan ayat suci.

Kepala SMK Bukit Asam, Evi Komalasari, menjelaskan bahwa selama Ramadhan aktivitas belajar tetap berjalan seperti biasa. Namun, sekolah menyesuaikan durasi pembelajaran dengan ketentuan yang telah diatur pemerintah melalui surat edaran resmi tentang pelaksanaan kegiatan pendidikan selama bulan puasa.

“Selama bulan Ramadhan para siswa tetap belajar di kelas seperti biasa, hanya saja ada pengurangan jam belajar sesuai dengan surat edaran. Selain itu, kami menambahkan kegiatan tadarus di kelas masing-masing yang dipimpin oleh wali kelas,” ujar Evi.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk penyesuaian agar kegiatan belajar tetap efektif tanpa mengurangi esensi pembelajaran, sekaligus memberi ruang bagi penguatan nilai-nilai keagamaan di lingkungan sekolah.

Evi menegaskan, tadarus bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan bagian dari upaya pembentukan karakter siswa. Momentum Ramadhan dimanfaatkan sekolah untuk menanamkan nilai religius, kedisiplinan, serta kebersamaan antar siswa dan guru.

“Ramadhan adalah momen yang tepat untuk membentuk karakter siswa. Melalui tadarus, kami ingin membiasakan mereka membaca Alquran, meningkatkan keimanan, sekaligus menambah pahala di bulan yang penuh berkah ini,” katanya.

Pelaksanaan tadarus dilakukan secara terstruktur. Setiap siswa mendapat giliran membaca, sementara wali kelas memastikan kegiatan berlangsung tertib dan kondusif. Bagi siswa yang belum lancar membaca, guru memberikan pendampingan khusus agar mereka tetap percaya diri dan termotivasi untuk belajar.

Sejumlah siswa mengaku kegiatan tersebut membuat suasana Ramadhan di sekolah terasa lebih bermakna. Selain mempererat hubungan antar teman sekelas, tadarus juga membantu mereka lebih fokus dan siap mengikuti pelajaran setelahnya.

Dengan pengurangan jam belajar, pihak sekolah juga melakukan penyesuaian jadwal agar materi pembelajaran tetap tersampaikan secara optimal. Guru diminta mengatur strategi pembelajaran yang efektif dan efisien tanpa membebani siswa secara berlebihan.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen SMK Bukit Asam dalam menjaga keseimbangan antara capaian akademik dan pembentukan karakter. Di tengah aktivitas vokasi yang padat, sekolah tetap memberikan ruang bagi penguatan nilai spiritual sebagai fondasi pendidikan.

Melalui kebijakan tersebut, SMK Bukit Asam berharap Ramadhan tidak hanya menjadi bulan ibadah secara personal, tetapi juga momentum pendidikan karakter secara kolektif di lingkungan sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed