Sinergi PAMA dan PERSAGI di Hari Gizi Nasional ke-66: Langkah Nyata Menuju Generasi Emas 2045

enimpost.com,MUARA ENIM – Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi bangsa Indonesia dalam memperkuat fondasi kesehatan masyarakat. Dengan mengusung tema besar “Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045”, kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh pelosok negeri pada Rabu, 21 Januari 2026. Di Kabupaten Muara Enim, PT Pamapersada Nusantara (PAMA) hadir sebagai mitra utama yang mendukung penuh upaya peningkatan gizi bagi generasi muda.

Aksi nyata ini difokuskan pada tiga lokasi pendidikan strategis secara bersamaan, yakni SMPN 2 Lawang Kidul, SMK Bukit Asam, dan SDN 04 Lawang Kidul. Kehadiran PAMA dalam kegiatan ini bukan sekadar bentuk dukungan seremonial, melainkan wujud tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas.

Di SMPN 2 Lawang Kidul, suasana tampak antusias dengan kehadiran Devita Sari Sirait selaku CSR Officer PAMA. Beliau mendampingi langsung Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kabupaten Muara Enim beserta tim ahli gizi dalam memberikan edukasi mendalam mengenai pentingnya pola makan seimbang bagi remaja. Sementara itu, di SDN 04 Lawang Kidul, koordinasi serupa dilakukan oleh dua CSR Officer PAMA, Joko Budi Santoso dan Dhimas Wahyu, yang bersinergi dengan KTU Puskesmas Tanjung Enim untuk memastikan program intervensi gizi tepat sasaran bagi siswa sekolah dasar.

Dukungan masif dari PAMA ini mendapatkan apresiasi tinggi dari tingkat pusat. Ketua Umum DPP PERSAGI, Ir. Doddy Izwardy, MA., Ph.D, menyampaikan rasa terima kasihnya atas komitmen berkelanjutan yang ditunjukkan oleh PAMA. Menurutnya, peran sektor swasta sangat vital dalam membantu tenaga profesional gizi mencapai target nasional. Ia berharap kolaborasi ini menjadi inspirasi bagi mitra lain untuk terus peduli terhadap isu kesehatan dan gizi masyarakat demi menyongsong seratus tahun Indonesia.

“”Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PAMA atas dukungannya yang konsisten dalam program peningkatan gizi masyarakat. Kolaborasi ini adalah bukti bahwa visi mewujudkan Generasi Emas 2045 memerlukan kerja keras kolektif. Dukungan PAMA sangat berarti dalam membantu tenaga gizi di lapangan untuk mengedukasi masyarakat secara lebih luas.” Ucapnya.

Sejalan dengan semangat tersebut, para perwakilan PAMA menaruh harapan besar pada dampak jangka panjang dari kegiatan ini. Devita Sari Sirait mengungkapkan bahwa edukasi gizi sejak dini adalah investasi terbaik bagi bangsa. Ia berharap para siswa kini lebih sadar akan pentingnya nutrisi untuk mendukung prestasi belajar mereka.

“”Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni saja, tetapi menjadi pemicu kesadaran bagi adik-adik siswa dan guru akan pentingnya asupan gizi yang tepat sejak dini. Generasi yang sehat adalah modal utama pembangunan bangsa.”

Senada dengan Devita, Joko Budi Santoso menekankan bahwa keberlanjutan program adalah kunci. Ia berharap sinergi antara PAMA, Persagi, dan instansi kesehatan setempat terus terjaga secara konsisten, sehingga cita-cita mewujudkan Generasi Emas 2045 yang bebas dari masalah gizi bukan sekadar angan, melainkan kenyataan yang dapat dicapai bersama.

“”Kami ingin terus menjadi mitra strategis pemerintah dan organisasi profesi seperti PERSAGI. Semoga sinergi ini dapat menekan angka stunting dan masalah gizi lainnya, khususnya di wilayah operasional kami, demi mewujudkan anak-anak Indonesia yang unggul.”

PAMA berkomitmen untuk terus menjalankan program CSR berbasis kesehatan yang berdampak jangka panjang, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *