Damkar Muara Enim Evakuasi Sarang Tawon di Tengah Ancaman Kabel Listrik

enimpost.com,MUARA ENIM — Berhadapan dengan ribuan tawon yang bersarang di atap rumah warga, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Muara Enim harus bekerja ekstra hati-hati. Bukan hanya karena sengatan tawon, tetapi sarang tersebut berada di lokasi yang berdekatan dengan kabel listrik.

Situasi itu dihadapi tim Damkar saat mengevakuasi sarang tawon di rumah Halimah, warga Dusun III, Desa Muara Lawai, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Rabu malam (2/9/2026).

Evakuasi dilakukan sekitar pukul 20.30 WIB setelah warga melaporkan keberadaan sarang tawon yang semakin membesar di bagian atap rumah. Petugas bergerak cepat kurang dari 1×24 jam setelah laporan diterima.

Di bawah komando Muhamad Riswan, tim Damkar mendatangi lokasi dan langsung melakukan pemeriksaan. Kondisi medan cukup berisiko lantaran sarang tawon berada di atas rumah dan berdekatan dengan kabel listrik.

Petugas pun tidak mengambil risiko. Dengan perlengkapan dan teknik penanganan yang telah dikuasai, tim terlebih dahulu menyemprotkan obat serangga untuk mengendalikan tawon agar tidak beterbangan dan membahayakan warga di sekitar lokasi.

Setelah kondisi dinilai memungkinkan, petugas perlahan mendekati sarang dan melakukan proses evakuasi. Kekompakan serta kehati-hatian menjadi kunci agar sarang dapat diturunkan tanpa menimbulkan korban.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Muara Enim Arman Sarijaya melalui Muhamad Riswan mengatakan, evakuasi sengaja dilakukan pada malam hari untuk meminimalkan risiko terhadap warga sekitar.

“Kalau dilakukan siang hari, kami khawatir tawon akan lebih aktif dan membahayakan warga, terutama tetangga di sekitar rumah. Sarangnya juga sudah cukup besar sehingga kalau dibiarkan bisa semakin membesar,” ujar Riswan.

Menurut dia, proses evakuasi tidak mudah. Selain harus menghadapi tawon, petugas juga harus memperhitungkan keberadaan kabel listrik yang berada tidak jauh dari sarang.

“Kami cek di lokasi memang cukup sulit. Di dekat sarang ada kabel listrik, sehingga kami harus ekstra hati-hati. Kami lakukan penyemprotan terlebih dahulu agar tawon tidak berterbangan ke mana-mana,” katanya.

Berkat kerja sama seluruh personel, sarang tawon akhirnya berhasil dievakuasi dengan aman. Tidak ada korban dalam proses penanganan tersebut.

Bagi Damkar, laporan semacam ini merupakan bagian dari tugas pelayanan kepada masyarakat. Petugas tidak hanya dituntut sigap ketika terjadi kebakaran, tetapi juga harus siap menangani berbagai kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Dengan sistem kesiapsiagaan 1×24 jam, personel Damkar dituntut mampu bergerak cepat kapan pun laporan masyarakat diterima, termasuk menangani gangguan hewan maupun situasi darurat lainnya.

Sementara itu, Halimah mengaku sempat kebingungan ketika mengetahui terdapat sarang tawon berukuran cukup besar di atap rumahnya.

Sebelumnya, ia melihat sejumlah tawon berterbangan di sekitar atap. Setelah diperiksa, ternyata serangga tersebut telah membuat sarang yang cukup besar.

“Kami bingung bagaimana membuang sarang tawon ini karena letaknya di atap dan dekat dengan kabel listrik. Kemudian ada tetangga yang menyarankan menghubungi Damkar,” ujar Halimah.

Ia kemudian mengikuti prosedur dengan membuat laporan melalui pemerintah desa untuk mendapatkan surat pengantar ke Damkar Kabupaten Muara Enim.

Respons cepat petugas membuat persoalan tersebut segera ditangani. Tidak sampai 24 jam sejak laporan disampaikan, tim Damkar datang dan melakukan evakuasi pada malam hari.

Halimah pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Damkar Kabupaten Muara Enim yang telah membantu keluarganya.

“Atas nama pribadi, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim Damkar Kabupaten Muara Enim yang sudah mengevakuasi sarang tawon di rumah kami. Semoga seluruh petugas selalu dilindungi Yang Maha Kuasa dan dimudahkan dalam menjalankan tugas,” ucapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *