MUARA ENIM, ENIMPOST.COM – Gedung baru Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Muara Enim belum dapat beroperasi optimal akibat keterbatasan daya listrik. Gangguan listrik yang disebut terjadi hampir setiap hari membuat pelayanan kedinasan terganggu, pendingin ruangan tidak berfungsi maksimal, dan kenyamanan masyarakat yang berkunjung ke fasilitas rumah baca ikut terdampak.
Padahal, gedung yang dibangun Pemerintah Kabupaten Muara Enim itu dipersiapkan tidak hanya sebagai kantor kedinasan, tetapi juga sebagai ruang literasi bagi masyarakat dan pelajar. Terlebih, gedung tersebut direncanakan segera diresmikan menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Muara Enim pada November 2026.
Sekretaris Dispusip Muara Enim, Drs Rahmat Noviar, mengatakan pihaknya telah berulang kali mengajukan permohonan penambahan daya listrik kepada PT PLN (Persero) ULP Muara Enim sejak Juni 2026. Namun, hingga Jumat (16/10/2026), pemasangan tambahan daya yang dibutuhkan belum terealisasi.
“Ya, sangat terganggu sekali akibat sering padam listrik ini. Hampir setiap hari, bahkan setiap jam, listrik di kantor kami mengalami penurunan daya hingga tiba-tiba mati. Akibatnya, seluruh pelayanan di kantor Dispusip terganggu,” ujar Rahmat.
Menurutnya, penambahan daya listrik menjadi kebutuhan mendesak agar seluruh fasilitas gedung dapat difungsikan sesuai peruntukannya. Tanpa dukungan pasokan listrik yang memadai, aktivitas pegawai maupun layanan kepada pengunjung tidak dapat berjalan maksimal.
Administrasi Disebut Sudah Dipenuhi
Rahmat menjelaskan, pihaknya telah menempuh sejumlah upaya untuk mempercepat realisasi penambahan daya, baik melalui surat resmi maupun komunikasi langsung dengan pihak PLN ULP Muara Enim.
Ia menyebut seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi, termasuk biaya sekitar Rp60 juta untuk kebutuhan penambahan daya listrik yang bersumber dari anggaran pemerintah. Meski demikian, pekerjaan pemasangan belum dilaksanakan.
“Kami sudah berulang kali menyurati maupun menghubungi pihak PLN sejak Juni lalu. Seluruh administrasi sudah kami penuhi, termasuk biaya sekitar Rp60 juta, tetapi sampai sekarang penambahan daya belum juga dilakukan,” ungkapnya.
Kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan perangkat elektronik milik pemerintah daerah yang digunakan untuk menunjang pelayanan. Gangguan listrik berulang dikhawatirkan berdampak pada komputer, pendingin ruangan atau AC, serta peralatan elektronik lainnya.
Karena itu, Dispusip berharap PLN segera merealisasikan penambahan daya agar operasional gedung berjalan stabil dan aset daerah dapat digunakan secara optimal.
Rumah Baca Sudah Dikunjungi Pelajar
Persoalan pasokan listrik tidak hanya berdampak pada aktivitas perkantoran. Fasilitas rumah baca di gedung baru Dispusip juga mulai menarik kunjungan masyarakat dan pelajar, tetapi kenyamanan pengunjung belum sepenuhnya terpenuhi.
Salsabila, seorang pelajar di Muara Enim, mengaku senang dengan hadirnya gedung baru yang menyediakan fasilitas membaca bagi masyarakat. Namun, ia menyayangkan kondisi ruangan yang terasa panas karena pendingin ruangan belum dapat digunakan secara optimal.
“Sayang sekali, padahal gedungnya semegah ini. Kami tidak bisa berlama-lama karena panas di dalam. Kami ingin berkunjung saat akhir pekan untuk membaca buku bersama teman-teman,” tuturnya.
Kondisi tersebut menjadi catatan penting bagi pengembangan fasilitas literasi daerah. Gedung yang telah dibangun dan dilengkapi sarana pendukung perlu ditunjang infrastruktur dasar yang memadai agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Dispusip bahkan menyatakan kemungkinan kembali berkantor di gedung lama apabila persoalan pasokan listrik tidak segera diselesaikan. Opsi itu menunjukkan bahwa keterbatasan daya bukan sekadar persoalan teknis, melainkan juga berpotensi menghambat pemanfaatan gedung baru.
PLN Sebut Terkendala Material Trafo
Terpisah, Manajer ULP PLN Muara Enim–Lahat, Agus Priyanto, membenarkan bahwa pekerjaan penambahan daya listrik di gedung Dispusip Muara Enim belum dilaksanakan.
Ia menjelaskan, realisasi pekerjaan terkendala persoalan teknis, yakni material transformator atau trafo yang dibutuhkan belum tersedia di gudang.
“Insyaallah awal bulan depan, sebelum HUT Kabupaten Muara Enim, penambahan daya listrik di kantor Dispusip Muara Enim kami pastikan sudah terpasang. Mohon bersabar untuk saat ini,” kata Agus.
Pernyataan tersebut menjadi kepastian waktu yang ditunggu pihak Dispusip agar gedung baru dapat segera difungsikan secara maksimal. Realisasi pemasangan trafo dan penambahan daya diharapkan menjadi solusi atas gangguan listrik yang selama ini menghambat pelayanan.
Dengan target penyelesaian sebelum peringatan HUT Kabupaten Muara Enim pada November mendatang, tindak lanjut PLN menjadi faktor penting untuk memastikan gedung baru Dispusip tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga siap memberikan pelayanan kedinasan dan fasilitas literasi yang nyaman bagi masyarakat.
Kini, yang dibutuhkan bukan sekadar janji pemasangan, melainkan realisasi sesuai waktu yang disampaikan agar pelayanan publik dan pemanfaatan rumah baca dapat berjalan sebagaimana mestinya.(*)








