enimpost.com,MUARAENIM – Suasana penuh syukur dan kebersamaan mewarnai kegiatan Tasyakuran berdirinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Putri Benasib Tanjung Enim, yang digelar Jumat (16/1/2026). Acara berlangsung di lokasi dapur SPPG yang berada di Jalan Lintas Sumatera, Talang Gabus, tepat di samping Kantor PLN Tanjung Enim.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari pengurus Yayasan Mutiara Enim, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, tokoh agama, ulama, hingga tamu undangan lainnya. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata terhadap berdirinya fasilitas yang diproyeksikan sebagai pusat layanan pemenuhan gizi masyarakat tersebut.
Owner sekaligus pemilik fasilitas dapur SPPG, Hariah, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung berdirinya SPPG Putri Benasib. Ia menegaskan bahwa tasyakuran ini merupakan ungkapan rasa syukur atas terwujudnya dapur yang diharapkan dapat segera beroperasi.
“Terima kasih atas kehadiran bapak dan ibu semua. Kami mohon doa agar setelah operasional nanti, SPPG ini dapat menjalankan fungsinya dengan baik tanpa hambatan, serta benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Hariah.
Sementara itu, Kepala SPPG Putri Benasib, Feri Sipriyansah, menjelaskan bahwa pengelolaan SPPG akan didukung oleh tenaga profesional, mulai dari ahli gizi, akuntan, asisten lapangan (aslap), hingga 47 sukarelawan yang telah menyatakan kesiapan bertugas.
Menurutnya, program ini menyasar sekitar 3.000 penerima manfaat secara bertahap, meliputi peserta didik jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, kelompok B3 (ibu hamil, ibu menyusui, balita), serta guru dan tenaga kependidikan.
“Secara teknis kami sudah siap. Saat ini tinggal menunggu proses penyelesaian administrasi pendanaan pada bank pemerintah yang ditunjuk. Insya Allah dalam waktu dekat SPPG dapat segera beroperasi,” jelas Feri.
Ketua Yayasan Mutiara Enim, Winarto, turut memberikan apresiasi tinggi kepada owner yang telah berjuang membangun dapur baru yang representatif. Ia menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari delapan misi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.
“Program ini bertujuan mengatasi gizi buruk dan stunting, mendukung tumbuh kembang anak, kesehatan ibu hamil dan menyusui, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan. Dampaknya juga akan terasa pada pemberdayaan ekonomi lokal dan penguatan sumber daya manusia,” paparnya.
Winarto menambahkan, setelah SPPG beroperasi, Yayasan Mutiara Enim akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala agar kualitas layanan tetap terjaga mulai dari penerimaan bahan, proses memasak, hingga distribusi kepada penerima manfaat.
Acara tasyakuran diisi dengan pembacaan Al-Qur’an, Yasin, surah-surah pendek, serta doa bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Al-Qur’an secara simbolis kepada Kepala SPPG, tokoh agama, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan qori. Rangkaian acara ditutup dengan foto bersama dan makan bersama dalam suasana penuh keakraban.
Berdirinya SPPG Putri Benasib diharapkan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas melalui pemenuhan gizi yang lebih baik bagi masyarakat Tanjung Enim dan sekitarnya.











