Tiga Kopi Muara Enim Naik Podium Nasional, Petani Semende Buktikan Kualitas di KKSI XVIII 2026

MUARAENIM,ENIMPOST.COM – Kopi Muara Enim tak sekadar tumbuh di lereng Semende, tetapi mulai unjuk kualitas di panggung nasional. Tiga sampel kopi dari Kabupaten Muara Enim berhasil meraih penghargaan dalam Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) XVIII Tahun 2026, mengungguli persaingan dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Prestasi tersebut diraih melalui fasilitasi Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim yang mengikutsertakan 29 sampel kopi dalam kompetisi bergengsi tersebut. Sedangkan total kopi yang dikonteskan sebanyak 630 sample kopi dari seluruh Indonesia.

Dari puluhan sampel yang dikirim, tujuh berhasil menembus babak semifinal atau 20 besar, sebelum tiga di antaranya meraih penghargaan di babak final.

Ajang KKSI XVIII 2026 berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang. Berdasarkan informasi yang disampaikan, babak semifinal digelar pada 14–15 Oktober 2026.

Penghargaan Nasional untuk Kopi Semendo

Tiga penghargaan yang diraih petani kopi Muara Enim tersebut meliputi:

1. Juara II kategori Arabika Washed, diraih Syaripudin dari Desa Cahaya Alam, Kecamatan Semende Darat Ulu.

2. Juara III kategori Robusta, diraih Koko Amaludin dari Desa Pelakat, Kecamatan Semende Darat Ulu.

3. Juara Harapan I kategori Arabika Washed, diraih Hariansyah dari Desa Segamit, Kecamatan Semende Darat Ulu.

Capaian ini memperlihatkan potensi kopi Muara Enim untuk bersaing melalui kualitas produk. Sekaligus, keberhasilan tersebut menjadi dorongan bagi petani untuk terus menjaga mutu biji kopi, memperbaiki proses pengolahan pascapanen, dan meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan.

Keikutsertaan petani kopi Muara Enim dalam KKSI telah berlangsung sejak 2019. Pada tahun ini, sebanyak 29 sampel difasilitasi Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim untuk mengikuti kompetisi sebagai bagian dari upaya memperluas pengakuan terhadap potensi kopi lokal.

Dari total sampel yang dikirim, tujuh berhasil melaju ke babak semifinal. Rinciannya terdiri atas lima sampel Arabika Washed, satu sampel Arabika Natural, dan satu sampel Robusta. Tiga penghargaan yang kemudian diraih menjadi hasil penting dari proses seleksi dan kompetisi tersebut.

Namun, prestasi di arena kontes perlu diikuti langkah berkelanjutan agar dampaknya tidak berhenti pada piagam dan kebanggaan. Konsistensi mutu, akses pasar, penguatan identitas kopi lokal, serta harga jual yang sepadan dengan kualitas menjadi pekerjaan penting untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan petani.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim, Isdrin mengaku akan terus mendorong peningkatan kompetensi petani melalui pendampingan, pembinaan pengolahan pascapanen, serta promosi dan pemasaran hasil perkebunan. Upaya ini diarahkan untuk menghasilkan kopi berkualitas, meningkatkan nilai tambah, dan membuka peluang menjangkau pasar yang lebih luas.

Ajang KKSI juga menjadi sarana pembelajaran bagi petani untuk mengenali standar kopi spesialti, mengevaluasi kualitas hasil produksi, dan memperbaiki proses pengolahan sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Ke depan, capaian ini diharapkan memotivasi lebih banyak petani untuk meningkatkan kualitas produksi serta memperkuat posisi kopi Muara Enim di pasar nasional. Sinergi antara petani, pemerintah daerah, dan pelaku usaha menjadi salah satu kunci agar potensi perkebunan kopi berkembang menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan.

Tiga penghargaan ini menjadi bukti capaian, sekaligus tantangan berikutnya: bagaimana kualitas kopi Muara Enim mampu meningkatkan daya tawar dan kesejahteraan petaninya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *