enimpost.com,MUARAENIM – Kegiatan Laboratorium Teater Remaja Muara Enim resmi dibuka dengan mengusung tema unik “Samsit Tulang Ayam Tejepit”, sebuah permainan tradisional khas daerah sebagai simbol pelestarian budaya lokal. Acara ini berlangsung selama empat hari, mulai 5 hingga 9 Mei 2026, bertempat di Mess Hall Hotel Saka Tanjung Enim.
Gusti Wiratama sebagai Penerima Manfaat Dana Indonesiana sekaligus Pendiri Serat Ulu Foundation. Ia juga dikenal sebagai praktisi teater serta Pemuda Pelopor Nasional Tahun 2024. Dalam sambutannya, Gusti mengisahkan perjalanan panjangnya dalam merintis Komunitas Teater Serat Ulu hingga berkembang menjadi Yayasan Serat Ulu seperti saat ini.
Ia menjelaskan bahwa pendirian yayasan tersebut bertujuan sebagai wadah konservasi budaya serta pengembangan pendidikan seni, khususnya teater di Muara Enim. Menurutnya, salah satu upaya konkret dalam meningkatkan Indeks Pemajuan Kebudayaan adalah melalui ekspresi budaya seperti laboratorium teater remaja ini.
“Tema ‘Samsit Tulang Ayam Tejepit’ diangkat dari permainan tradisional khas Muara Enim sebagai bentuk pelestarian bahasa dan budaya daerah,” ujar Gusti.
Sementara itu, Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM, Ulil Amri, S.P., M.M., yang hadir mewakili Bupati Muara Enim, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pengembangan seni dan budaya di tengah masyarakat. Ia juga mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk turut berperan aktif dalam mendukung kemajuan seni, khususnya teater.
“Kolaborasi semua pihak menjadi kunci utama dalam meningkatkan Indeks Pemajuan Kebudayaan. Dengan sinergi yang baik, Muara Enim dapat semakin dikenal, baik di tingkat regional maupun nasional,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat berjalan lancar serta memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya para peserta. Selain itu, diharapkan pula program ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di masa mendatang.
Acara pembukaan turut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan masyarakat, di antaranya Camat Lawang Kidul, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Muara Enim, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Sekretaris Dinas Kominfo, Kabid Ekraf Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, para kepala sekolah SMP dan SMA/SMK di Kecamatan Muara Enim dan Lawang Kidul, Forum Pemuda Pelopor Muara Enim, serta berbagai komunitas dan organisasi.
Adapun peserta kegiatan berjumlah 12 orang yang berasal dari berbagai daerah, yaitu Palembang, Pagar Alam, dan Ogan Komering Ulu (OKU). Setelah mengikuti workshop, peserta akan menampilkan hasil karya pada pementasan di Gedung PertunkukanMuseum Batubara Tanjung Enim, 9 Mei mendatang.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendorong generasi muda untuk lebih aktif dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya lokal (pr).












