Dua Jagoan MTsN 1 Muara Enim Tantang Panggung OMI Sumsel, Siap Bikin Kejutan

enimpost.com,MUARA ENIM — Jangan anggap remeh pelajar dari daerah. Dua siswi MTs Negeri 1 Muara Enim, Zahratun Maghfirah dan Khansa Qalaesya Alliyah, siap membuktikan bahwa kemampuan akademik tidak mengenal batas wilayah. Setelah lolos dari persaingan tingkat Kabupaten Muara Enim, keduanya kini naik ring untuk menantang peserta terbaik dari berbagai daerah di Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Zahratun akan bertarung pada bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), sementara Khansa membawa amunisi di bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Bukan sekadar datang dan bertanding, keduanya membawa satu misi: memberikan kejutan sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Muara Enim dan MTs Negeri 1 Muara Enim di panggung provinsi.

Tiket menuju tingkat provinsi itu tidak datang cuma-cuma. Keduanya lebih dulu mengikuti kompetisi OMI tingkat Kabupaten Muara Enim dan berhasil menunjukkan kemampuan terbaik hingga akhirnya terpilih sebagai delegasi daerah.
Minggu (4/10/2026), dukungan bagi para peserta OMI tingkat provinsi kembali ditegaskan melalui agenda pelepasan di Balai An-Nazkir Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muara Enim.

Pelepasan dilakukan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muara Enim yang diwakili Kasi Pendidikan Madrasah Efi Almansyah. Momentum tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan moral bagi para siswa yang akan membawa nama Kabupaten Muara Enim dalam kompetisi akademik tingkat provinsi.

Bagi Zahratun dan Khansa, arena OMI bukan sekadar tempat menguji kemampuan menjawab soal. Kompetisi tersebut juga menjadi panggung untuk membuktikan sejauh mana proses belajar, ketekunan, dan pembinaan selama ini mampu menghadapi persaingan dengan siswa terbaik dari kabupaten dan kota lain di Sumatera Selatan.

Persiapan pun dilakukan secara serius. Keduanya mendapatkan pendampingan dari Pembina OMI MTs Negeri 1 Muara Enim Yesi Elisa Mutiara, bersama Kepala MTs Negeri 1 Muara Enim Jumianah.

Pendampingan diarahkan tidak hanya pada penguatan penguasaan materi. Mental bertanding dan kepercayaan diri juga menjadi bagian penting yang dipersiapkan. Sebab, kompetisi tingkat provinsi memiliki tantangan berbeda dibandingkan persaingan di tingkat kabupaten.

Jumianah mengaku bangga atas capaian kedua siswanya. Menurut dia, keberhasilan melaju ke tingkat provinsi merupakan buah dari perjuangan sekaligus kesempatan bagi peserta didik untuk terus mengembangkan potensi.

“Kami sangat mengapresiasi perjuangan Zahratun dan Khansa hingga berhasil menjadi delegasi Kabupaten Muara Enim di tingkat provinsi. Kami berharap keduanya dapat mengikuti kompetisi dengan penuh percaya diri, menjunjung tinggi sportivitas, dan memberikan kemampuan terbaik,” ujarnya.

Jumianah menegaskan, hasil akhir bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Pengalaman berkompetisi justru menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.

“Apa pun hasilnya nanti, pengalaman ini merupakan bagian penting dari proses untuk terus tumbuh dan berprestasi,” lanjutnya.

Keikutsertaan dua siswa tersebut sekaligus menunjukkan bahwa madrasah memiliki ruang luas untuk mengembangkan kemampuan akademik peserta didik. Pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas, tetapi diperkuat melalui kompetisi yang mengasah pengetahuan, mental, keberanian, dan kemampuan berpikir.

Kini, Zahratun dan Khansa tinggal menuntaskan persiapan. Mereka membawa dua hal sekaligus: ilmu yang telah dipelajari dan nama Kabupaten Muara Enim yang harus dijaga.

Dukungan dari Kementerian Agama, madrasah, guru, orang tua, dan masyarakat diharapkan menjadi energi tambahan bagi keduanya.

Targetnya sederhana, tetapi tidak ringan: tampil maksimal, bertanding sportif, dan pulang membawa kebanggaan untuk Muara Enim dan MTs Negeri 1 Muara Enim.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *