enimpost.com,MUARAENIM – Kemarau panjang yang masih berlangsung di wilayah Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, mendorong siswa dan guru SMA Bukit Asam (SMABA) melaksanakan Sholat Istisqa untuk memohon turunnya hujan. Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman SMA Bukit Asam Tanjung Enim, Rabu (2/9/2026).
Sholat Istisqa dipimpin Ustad Badrussalam, S.Pd.I., dan diikuti siswa, guru, serta jajaran keluarga besar SMABA Tanjung Enim. Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama di tengah kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang.
Kepala SMA Bukit Asam Tanjung Enim, Tenny Dahyani, M.Pd., mengatakan pelaksanaan Sholat Istisqa merupakan bentuk doa dan ikhtiar keluarga besar sekolah agar hujan segera turun.
Menurutnya, kemarau panjang tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Sejumlah peristiwa kebakaran dapat terjadi akibat kondisi lingkungan yang kering selama musim kemarau.
“SMABA Tanjung Enim juga ikut serta memohon turunnya hujan. Kemarau panjang ini telah banyak menyebabkan peristiwa kebakaran, baik kebakaran hutan, lahan, hingga pemukiman,” ujar Tenny.
Ia berharap hujan segera turun sehingga kondisi lingkungan kembali lebih lembap dan risiko kebakaran dapat ditekan. Selain itu, turunnya hujan juga diharapkan dapat membantu masyarakat yang terdampak kondisi kemarau panjang.
Pelaksanaan Sholat Istisqa mendapat dukungan penuh dari Yayasan Bukit Asam. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam memberikan ruang bagi siswa dan guru untuk melakukan refleksi sekaligus membangun kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Bagi keluarga besar SMABA, Sholat Istisqa tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga momentum untuk mengajarkan kepada siswa tentang pentingnya ikhtiar, kepedulian, dan kebersamaan dalam menghadapi kondisi lingkungan yang terjadi.
Melalui kegiatan tersebut, siswa dan guru berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat menjadi bagian dari ikhtiar agar hujan segera turun dan kemarau panjang yang melanda Tanjung Enim segera berakhir.(*)












