enimpost.com,MUARA ENIM – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Cluster SSBA terus memperkuat dukungannya terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal melalui program pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri pertambangan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelatihan dan pembekalan bagi 96 siswa Jurusan Teknik Instalasi Listrik SMKN 2 Muara Enim yang digelar pada Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan tenaga profesional dari Departemen Plant PAMA sebagai instruktur, yakni Andika Dwi Saputra, Kabul Tri Suryanto, dan Alfian Anwar. Para siswa mendapatkan materi mengenai instalasi kelistrikan, penerapan standar operasional industri, hingga aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang menjadi bagian penting dalam operasional sektor pertambangan.
Selain penyampaian teori, peserta juga mengikuti praktik langsung menggunakan alat peraga sehingga dapat memahami penerapan kompetensi teknis yang dibutuhkan di lapangan kerja.

Instruktur pelatihan Andika Dwi Saputra mengatakan, dunia industri saat ini membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga memiliki disiplin kerja, kemampuan beradaptasi, dan kesadaran tinggi terhadap keselamatan kerja.
“Kompetensi teknis harus dibarengi dengan budaya kerja yang baik serta pemahaman terhadap aspek keselamatan. Hal tersebut menjadi kebutuhan utama di industri, termasuk sektor pertambangan yang memiliki standar operasional dan keselamatan yang ketat,” ujarnya.
Menurut Andika, pelatihan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan kondisi nyata dunia kerja kepada siswa sejak dini sehingga mereka memiliki gambaran mengenai kompetensi yang harus dipersiapkan setelah lulus sekolah.
Sementara itu, CSR Officer PAMA Cluster SSBA, Joko Budi Santoso, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung link and match antara dunia pendidikan vokasi dan kebutuhan industri.
Ia menilai penguatan kompetensi siswa sekolah kejuruan menjadi langkah strategis untuk menciptakan tenaga kerja lokal yang siap bersaing dan mampu memenuhi kebutuhan sektor industri yang terus berkembang.
“Industri membutuhkan SDM yang kompeten dan siap kerja. Karena itu, kami berupaya menghadirkan program pembekalan yang dapat memberikan wawasan praktis sekaligus memperkenalkan standar kompetensi yang berlaku di dunia industri,” katanya.
Pihak SMKN 2 Muara Enim menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Perwakilan sekolah, Dino, menilai keterlibatan langsung pelaku industri dalam proses pembelajaran memberikan nilai tambah bagi siswa karena mereka memperoleh pengalaman dan wawasan yang tidak hanya bersifat teoritis.
Menurutnya, kolaborasi antara sekolah dan industri sangat penting untuk memperkecil kesenjangan kompetensi antara lulusan sekolah kejuruan dengan kebutuhan dunia kerja.
Melalui program ini, PAMA Cluster SSBA menegaskan perannya tidak hanya sebagai perusahaan jasa pertambangan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pengembangan SDM daerah. Sinergi antara dunia pendidikan dan industri diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kompetensi teknis, budaya kerja profesional, dan kesiapan menghadapi tantangan sektor pertambangan modern.












