Warga Pasar I Muara Enim Diminta Tertib Buang Sampah, DLH Siapkan Bak di Kawasan Kuburan Pelita Sari

enimpost.com,MUARA ENIM — Pemerintah Kelurahan Pasar I, Kecamatan Muara Enim, memperketat imbauan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pelitasari dan pemakaman Tionghoa atau yang dikenal sebagai Kuburan Cina.

Lurah Pasar I, Freddy Sudaryanto, menegaskan bahwa persoalan sampah di wilayah tersebut menjadi perhatian serius pemerintah setelah adanya laporan masyarakat terkait maraknya oknum yang membuang sampah sembarangan di pinggir jalan dan area pemakaman.
“Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga kenyamanan dan kesehatan lingkungan. Kami mengimbau masyarakat agar lebih disiplin dalam membuang sampah,” ujar Freddy, Senin (13/4/2026).

Sebagai langkah konkret, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muara Enim melalui UPTD Kebersihan telah menempatkan sejumlah bak sampah umum di sekitar kawasan Kuburan Cina, Kelurahan Pasar I. Penempatan fasilitas ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Muara Enim Nomor 600.4.15/12/DLH-II/2026 tentang kewajiban penyediaan tempat sampah.

Freddy menjelaskan, keberadaan bak sampah tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga, khususnya yang berdomisili di wilayah RW 01 dan RW 03 Kelurahan Pasar I.

“Bak sampah sudah tersedia. Tinggal bagaimana kesadaran masyarakat untuk menggunakannya dengan benar. Sampah harus dimasukkan ke dalam bak, bukan ditaruh atau dilempar di luar,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa perilaku membuang sampah sembarangan tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan, seperti penyebaran penyakit dan pencemaran lingkungan.

Dalam imbauannya, Freddy turut menyampaikan pesan dengan pendekatan kearifan lokal yang mudah dipahami masyarakat. “Ta’u berseh kanyé, jangan nyapak sekendaknyé,” ujarnya, yang berarti ajakan untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Menurutnya, upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan warga dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, rapi, dan nyaman.

“Alhamdulillah, saat ini sudah ada sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Kami berharap kesadaran ini terus meningkat,” katanya.

Pemerintah kelurahan juga mengajak masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya sehari-hari. Selain itu, warga diminta untuk saling mengingatkan apabila menemukan praktik pembuangan sampah yang tidak sesuai aturan.

Langkah ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam mewujudkan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan. Program kebersihan menjadi salah satu prioritas dalam mendukung visi pembangunan daerah yang dikenal dengan jargon “Muara Enim Membara Berkelanjutan”.

Dengan tersedianya fasilitas pendukung dan adanya komitmen bersama, pemerintah optimistis persoalan sampah di kawasan tersebut dapat diminimalisir. Namun demikian, keberhasilan program ini tetap bergantung pada kesadaran dan kedisiplinan masyarakat.

“Kalau semua ikut peduli, lingkungan kita akan bersih, indah, dan nyaman untuk ditinggali,” pungkas Freddy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *