Imlek Bersama Warga Tionghoa, Pemprov Sumsel Tegaskan Harmoni Kebinekaan

enimpost.com,PALEMBANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menegaskan komitmennya menjaga harmoni kebhinekaan melalui perayaan Tahun Baru Imlek bersama warga Tionghoa di Rajawali Grand Ballroom Classie Hotel, Palembang, Senin malam, 16 Februari 2026. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru hadir melalui Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Edward Candra.

Acara yang dihadiri tokoh masyarakat, pemuka agama, serta perwakilan organisasi Tionghoa tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh simbol persaudaraan. Perayaan Imlek kali ini tidak hanya dimaknai sebagai momentum budaya, tetapi juga ruang memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat multikultural Sumatera Selatan.

Dalam sambutannya, Edward Candra menyampaikan pesan Gubernur Herman Deru yang mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Tionghoa, untuk memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia yang telah diberikan. Ia menegaskan, perayaan Imlek mengandung nilai universal yang relevan bagi semua golongan, yakni harapan akan keberkahan, kesehatan, kedamaian, dan kemakmuran.

“Nilai-nilai yang terkandung dalam Imlek sejatinya sejalan dengan semangat membangun Sumatera Selatan yang rukun, toleran, dan saling menghargai,” ujar Edward. Menurut dia, keberagaman budaya dan etnis yang hidup berdampingan selama ini merupakan modal sosial penting bagi stabilitas dan pembangunan daerah.

Edward juga menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen memberikan ruang yang setara bagi seluruh kelompok masyarakat untuk mengekspresikan identitas budaya dan keyakinannya. Ia menyebut, perayaan keagamaan dan kebudayaan seperti Imlek menjadi cermin kedewasaan demokrasi serta indikator kuatnya toleransi di daerah.

Lebih jauh, Sekda Sumsel itu mengapresiasi kontribusi warga Tionghoa dalam pembangunan daerah, baik di sektor ekonomi, sosial, maupun budaya. Menurutnya, peran aktif masyarakat lintas etnis telah membantu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas sosial di Sumatera Selatan.

“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk warga Tionghoa, menjadi kunci dalam mewujudkan Sumatera Selatan yang maju untuk semua,” kata Edward.

Perayaan Imlek bersama ini diisi dengan beragam pertunjukan seni budaya Tionghoa, doa bersama, serta jamuan kebersamaan. Kehadiran pejabat pemerintah dan tokoh lintas agama dalam satu ruang perayaan menjadi penanda kuat bahwa pluralisme di Sumatera Selatan bukan sekadar slogan, melainkan praktik yang terus dirawat.

Di tengah dinamika sosial dan politik nasional, perayaan Imlek di Palembang malam itu menjadi pengingat bahwa persatuan dapat tumbuh dari penghormatan terhadap perbedaan—sebuah pesan yang relevan tidak hanya bagi Sumatera Selatan, tetapi juga bagi Indonesia secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *