enimpost.com,MUARA ENIM — Anggota Komisi XI DPR RI, Wahyu Sanjaya, menjalankan dua agenda utama dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Rabu (25/2/2026). Selain meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Tegalrejo, Kecamatan Lawang Kidul, legislator dari Partai Demokrat itu juga menyerap aspirasi civitas akademika Universitas Serasan (UNSAN).
Kunjungan tersebut turut didampingi anggota DPD RI daerah pemilihan Sumatera Selatan, Eva Susanti, Wakil Bupati Muara Enim Sumarni, serta Ketua DPC Partai Demokrat Muara Enim Ermanadi.

Agenda pertama difokuskan pada peninjauan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Tegalrejo sebagai salah satu titik pelaksanaan program MBG. Dalam kunjungan itu, Wahyu memastikan proses penyediaan makanan bergizi berjalan sesuai standar, mulai dari distribusi bahan baku, pengolahan, pengemasan hingga pendistribusian kepada penerima manfaat.
Menurut Wahyu, program MBG merupakan kebijakan strategis pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Karena itu, pengawasan terhadap implementasi di daerah menjadi penting agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Dapur SPPG di Tegalrejo ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Pelaksanaannya sudah cukup baik, tinggal bagaimana terus diperluas cakupannya agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujar Wahyu.
Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Muara Enim yang dinilai aktif mendukung program prioritas nasional tersebut.
Usai dari Lawang Kidul, Wahyu melanjutkan agenda ke kampus UNSAN untuk berdialog langsung dengan pimpinan dan dosen. Rektor UNSAN, Tuty Emilia Agustina, dalam paparannya menyampaikan perkembangan kampus yang merupakan perguruan tinggi pertama di Bumi Serasan Sekundang sekaligus tantangan yang dihadapi perguruan tinggi swasta di tengah persaingan yang semakin kompetitif.

Salah satu aspirasi utama yang disampaikan adalah perlunya kebijakan afirmatif pemerintah terhadap kampus swasta, terutama dalam penambahan kuota program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi mahasiswa.
“Kehadiran UNSAN membantu pemerintah daerah memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi pegawai dan pekerja. Kami berharap dukungan kebijakan, terutama terkait beasiswa, agar kampus swasta di daerah bisa terus berkembang,” kata Tuty.
Menanggapi hal itu, Wahyu menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi tersebut hingga ke tingkat pusat sesuai dengan mekanisme di DPR.
“Aspirasi ini akan kami sampaikan kepada komisi yang membidangi agar bisa ditindaklanjuti. Pendidikan tinggi di daerah harus mendapat perhatian karena menjadi kunci peningkatan kualitas SDM,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan memiliki kedekatan historis dengan UNSAN karena sebelumnya pernah menyalurkan program beasiswa dari perbankan nasional untuk mahasiswa di kampus tersebut.
Dua agenda tersebut mencerminkan pelaksanaan fungsi pengawasan dan representasi DPR di daerah, tidak hanya pada sektor ekonomi dan keuangan yang menjadi ruang lingkup Komisi XI, tetapi juga pada isu pembangunan manusia melalui pemenuhan gizi dan penguatan akses pendidikan tinggi.
Melalui kunjungan kerja ini, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan diharapkan semakin kuat guna mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Muara Enim.








