enimpost.com,NASIONAL – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempercepat pengembangan ekonomi daerah melalui sinergi lintas sektor dengan menjadikan Sumatera Selatan sebagai salah satu wilayah prioritas dalam Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED). Melalui program tersebut, OJK mendorong penguatan ekosistem kopi dari hulu hingga hilir guna meningkatkan produktivitas, nilai tambah, serta kesejahteraan petani dan pelaku usaha di daerah.
Komitmen itu mengemuka dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) 2026 bertema *“Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah melalui Sinergi Kebijakan Lintas Sektor”* yang digelar di Jakarta, Senin (25/5).
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa penguatan ekonomi daerah menjadi salah satu kunci menghadapi tantangan ekonomi global. Menurutnya, pertumbuhan nasional tidak dapat dilepaskan dari kemampuan daerah dalam mengoptimalkan potensi unggulannya.
“Berbagai tantangan dinamika global saat ini tidak boleh menyurutkan optimisme Indonesia. Justru kekuatan ekonomi daerah harus menjadi fondasi untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Bagi Sumatera Selatan, program tersebut dinilai strategis karena daerah ini merupakan salah satu sentra produksi kopi nasional. Melalui pendekatan berbasis ekosistem, OJK tidak hanya mendorong peningkatan produksi, tetapi juga memperkuat akses pembiayaan, hilirisasi produk, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan daya saing komoditas kopi di pasar domestik maupun ekspor.
Data yang dipaparkan dalam forum tersebut menunjukkan produksi kopi Indonesia pada 2025 mencapai 832,7 ribu ton dan berpotensi meningkat hingga 1,2 juta ton per tahun melalui optimalisasi produktivitas lahan. Sementara itu, industri olahan kopi memiliki potensi valuasi ekonomi hingga Rp129 triliun.
Kehadiran Herman Deru dalam forum tersebut menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap upaya percepatan pengembangan sektor unggulan yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan.
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Hernawan Bekti Sasongko, mengatakan Program PED dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah melalui pembangunan ekosistem yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, pelaku usaha, dan sektor riil menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pemerintah terus memperkuat dukungan terhadap ekonomi daerah melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), digitalisasi ekonomi, hilirisasi industri, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Program PED sendiri telah diterapkan di 40 kabupaten dan kota sejak 2024 dengan fokus pada sektor agrikultur dan ekonomi kreatif. Di Sumatera Selatan, pengembangan ekosistem kopi diproyeksikan menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah sekaligus memperkuat kontribusi provinsi tersebut terhadap perekonomian nasional.
Melalui dukungan pembiayaan yang lebih inklusif dan kolaborasi lintas sektor, OJK optimistis pengembangan rantai nilai kopi di Sumatera Selatan akan menciptakan multiplier effect bagi sektor perdagangan, industri pengolahan, UMKM, hingga penyerapan tenaga kerja, sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.












