enimpost.com,MUARAENIM – Bagi sebagian orang, donor darah mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Namun, bagi pasien yang tengah berjuang mendapatkan darah, satu kantong darah bisa menjadi penentu antara harapan dan keputusasaan.
Semangat itulah yang kembali dibawa karyawan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Cluster MTBU-BTSJ. Dalam kegiatan donor darah rutin yang digelar Jumat (28/8/2026), sebanyak 56 kolf darah berhasil dikumpulkan untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah masyarakat melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Muara Enim.
Kegiatan yang berlangsung di Lobby Office PAMA MTBU tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Sejumlah karyawan secara sukarela mendonorkan darahnya sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Dari 56 kolf yang terkumpul, golongan O menjadi yang terbanyak dengan 21 kolf. Berikutnya golongan B sebanyak 18 kolf, golongan A sebanyak 14 kolf, dan golongan AB sebanyak tiga kolf.
Angka tersebut bukan sekadar catatan hasil kegiatan. Di balik setiap kantong darah terdapat kepedulian seorang pendonor dan harapan bagi orang lain yang mungkin tidak pernah mereka kenal.
CSR Dept Head PAMA MTBU-BTSJ, Agung Harikusuma N, mengatakan donor darah rutin menjadi salah satu cara perusahaan bersama karyawan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Setetes darah yang kita donorkan mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi mereka yang membutuhkan, darah tersebut dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti, bahkan dapat menyelamatkan nyawa,” ujar Agung.
Karena itu, PAMA berharap donor darah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Partisipasi karyawan diharapkan terus tumbuh sehingga semakin banyak darah yang dapat disumbangkan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami berharap kegiatan donor darah ini dapat terus berjalan secara rutin dan semakin banyak karyawan yang berpartisipasi,” katanya.

Stok Darah Harus Terus Dijaga
Bagi PMI Muara Enim, dukungan dari pendonor rutin menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan darah. Kebutuhan darah tidak mengenal waktu dan dapat muncul ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat maupun ketika pasien membutuhkan transfusi dalam proses pengobatan.
Perwakilan PMI Muara Enim, Sulastri, mengapresiasi konsistensi PAMA MTBU-BTSJ dalam menggelar donor darah.
“Kami dari PMI Muara Enim mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PAMA MTBU-BTSJ yang secara rutin melaksanakan donor darah,” ujar Sulastri.
Menurut dia, keberadaan pendonor sangat menentukan ketersediaan stok darah. Karena itu, setiap kegiatan donor yang melibatkan perusahaan maupun masyarakat memiliki arti penting.
“Ketersediaan darah sangat bergantung pada kepedulian para pendonor. Setiap darah yang disumbangkan tentunya sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Bagi karyawan PAMA yang menjadi pendonor, aksi tersebut mungkin sederhana. Mereka datang, menjalani pemeriksaan, kemudian menyumbangkan darah yang mengalir dari tubuh mereka untuk orang lain.
Tetapi di tempat lain, darah itu bisa saja dibutuhkan seorang ibu yang berjuang menjalani persalinan, anak yang membutuhkan transfusi, korban kecelakaan, atau pasien yang sedang menjalani pengobatan.
Karena itu, PAMA MTBU-BTSJ terus mendorong budaya berbagi di lingkungan kerja. Donor darah ditempatkan bukan sekadar sebagai agenda CSR, melainkan sebagai bagian dari kepedulian kemanusiaan yang diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Sebanyak 56 kolf darah yang terkumpul kali ini pun menjadi bukti bahwa kepedulian tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar. Kadang, cukup dengan memberikan sebagian kecil dari apa yang dimiliki, seseorang dapat membantu mempertahankan harapan hidup orang lain.
Melalui semangat “Berbagi untuk Sesama, Setetes Darah Selamatkan Jiwa”, PAMA MTBU-BTSJ berkomitmen melanjutkan kegiatan donor darah dan berbagai program sosial lainnya sebagai bentuk kontribusi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.












